Menengok Festival Ojung Jember, Ratusan Pendekar Saling Cambuk-Ajang Melestarikan Budaya

Monday, 31 August 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga saat melakukan kegiatan saling cambuk dalam Festival Ojung, di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Jember (Foto: Istimewa).

Warga saat melakukan kegiatan saling cambuk dalam Festival Ojung, di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Jember (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Ribuan warga dari berbagai daerah menyemut di area situs benteng peninggalan Jepang, Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Jember.

Mereka antusias menyaksikan aksi ratusan pendekar yang saling adu ketangkasan dalam Festival Ojung untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Suasana riuh dan teriakan penonton tak terelakkan saat para petarung mulai mengayunkan sabetan rotan secara bergantian. Tradisi ini mempertemukan pendekar asal Jember dan Lumajang.

Ketua Panitia Festival Ojung, Iwan, menyebut tradisi ini digelar sebagai langkah konkrit. Guna menjaga warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman.

“Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari dua kabupaten. Ini jadi agenda tahunan kami untuk terus nguri-nguri budaya lokal agar tetap lestari,” kata Iwan di sela-sela acara, Senin (31/8/2026).

Baca Juga :  Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Iwan meluruskan persepsi masyarakat yang selama ini menganggap seni Ojung. Hanya dilaksanakan saat musim kemarau panjang.

“Masyarakat kebanyakan tahunya kegiatan Ojung ini digelar cuma untuk meminta hujan pada saat kekeringan. Padahal tidak selalu begitu. Di Desa Cakru, kami kemas rutin setiap tahun sebagai ajang festival budaya dan perlombaan,” ujarnya.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni bela diri tradisional. Ajang ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi sejarah benteng peninggalan Jepang yang ada di desa tersebut.

Baca Juga :  Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren

“Melalui festival ini, kami ingin mengangkat situs peninggalan Jepang di Desa Cakru sebagai destinasi wisata heritage yang bernilai sejarah tinggi,” ungkap salah satu pengurus Pokdarwis Desa Cakru, Yadi, di lokasi acara.

Dampak positif dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi acara turut dirasakan langsung. Oleh para penggerak ekonomi lokal dan wisatawan luar daerah.

“Acaranya cukup luar biasa. Selain sebagai ajang pengenalan wisata heritage di desa ini, keramaian festival Ojung juga sangat membantu meningkatkan pendapatan UMKM warga sekitar,” tutur salah seorang pengunjung asal Lumajang, Ferlita.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ötzi! Mayat Pendaki Korban Pembunuhan, Telah Lama Difilmkan
Dilema, Presiden Chile Diangkat dan Digulingkan Secara Demokratis
Nuansa Baru di Museum Telu Jember: Dari Barang Koleksi hingga Museum Shop
Penjambretan Istri Hogi Minaya Mengingatkan Kasus Sengkon dan Karta
Muslim di Indonesia Merayakan Natal? Dulu Ketua MUI Pernah Mundur Karena Masalah ini
Film Komedi Keren Tentang Perayaan Natal, “Christmas Every Day” Karya William Dean Howells
Tragedi Natal, Pernah Dikaji Pakar Riset Konflik Politik
Berkat Lobi Perempuan, Sukarno Membatalkan Hukuman Mati Seorang Agen CIA

Baca Lainnya

Monday, 31 August 2026 - 21:40 WIB

Menengok Festival Ojung Jember, Ratusan Pendekar Saling Cambuk-Ajang Melestarikan Budaya

Tuesday, 2 June 2026 - 09:02 WIB

Ötzi! Mayat Pendaki Korban Pembunuhan, Telah Lama Difilmkan

Monday, 30 March 2026 - 14:04 WIB

Dilema, Presiden Chile Diangkat dan Digulingkan Secara Demokratis

Tuesday, 3 March 2026 - 20:22 WIB

Nuansa Baru di Museum Telu Jember: Dari Barang Koleksi hingga Museum Shop

Sunday, 1 February 2026 - 21:45 WIB

Penjambretan Istri Hogi Minaya Mengingatkan Kasus Sengkon dan Karta

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading