Frensia.Id- Nasib naas menimpa Reza Anwari Halim (37), seorang guru asal Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember. Reza meninggal dunia usai tertimpa tembok bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Riyald yang mendadak roboh saat ia melintas mengendarai sepeda motor.
Peristiwa naas yang kemudian viral di sosial media tersebut terjadi di jalan depan pemakaman umum Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Jember, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
Selain Reza, kejadian ini juga mengakibatkan satu pengendara lain bernama Hasan (52), warga Dusun Gondosari, Desa Tamansari, mengalami luka-luka.
Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko DS membenarkan adanya insiden bangunan roboh yang memakan korban jiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan dari masyarakat tak lama setelah kejadian.
“Piket SPKT Polsek Wuluhan menerima laporan warga terkait adanya seorang laki-laki yang meninggal dunia tertimpa tembok bangunan rumah/ponpes saat melintas mengendarai sepeda motor,” katanya, Jum’at (4/9/2026).
Kejadian berawal saat korban mengendarai sepeda motor berjalan dari arah utara menuju ke selatan untuk pulang ke rumahnya.
Saksi mata di lokasi, Prasetyo (36), yang saat itu berkendara tepat di belakang korban, melihat langsung detik-detik tembok Ponpes Ar-Riyald tiba-tiba ambrol dan merobohi para korban.
“Melihat kejadian itu, saksi seketika menghentikan motornya dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang langsung berupaya menolong korban. Namun naas, Reza yang menderita luka berat dievakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ujarnya.
Sementara itu, korban lainnya yakni Hasan mengalami luka-luka di bagian bahu, dada, serta telinga.
“Korban pertama (Reza) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan korban kedua (Hasan) mengalami luka-luka di bahu, dada, dan telinga, saat ini menjalani rawat jalan,” paparnya.
Petugas kepolisian dari Polsek Wuluhan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Lojejer dan perangkat desa setempat yang tiba di lokasi langsung mengamankan TKP serta mengevakuasi korban.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Lojejer sambil menunggu kedatangan pihak keluarga.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, ambrolnya tembok struktur bangunan tersebut diduga karena kondisi konstruksi yang sudah tua dan rapuh,” tambahnya.
“Kondisi tembok diduga sudah rapuh sehingga roboh menimpa pengendara yang melintas. Nakes dari Puskesmas Lojejer juga telah melakukan visum et repertum (VER) luar untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya.







