Gus Fawait: Atasi Masalah Kemiskinan Harus dengan Data

Monday, 7 September 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait (tengah) (Foto: Fauzan).

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait (tengah) (Foto: Fauzan).

Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menghadiri rapat Paripurna dalam agenda Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD Jember, Senin (7/9/2026).

Dia menyampaikan alokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Jember.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, berkata dalam strategi mengatasi masalah kemiskinan tersebut, dapat dilakukan secara jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Dan itu sudah kita awali dengan data. Karena tidak mungkin kita mengatasi apa pun tanpa dasar data yang valid,” kata dia.

Baca Juga :  Segera Luncurkan Kantor Baru Partai, Ketua PSI Jember: Kami Ingin Hadir Dekat Wong Cilik

Menurutnya, dalam mengidentifikasi data warga kemiskinan, Pemkab Jember telah melakukan kegiatan verifikasi dan validasi (verval).

“Maka kita sudah lakukan terobosan-terobosan yang pertama verfal yang melibatkan para ASN (Aparatur Sipil Negara),” tuturnya.

Selain itu, pihak Pemkab Jember juga dibantu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif, untuk melakukan verval desil 2.

Kata dia, data itu nantinya akan dijadikan dasar untuk memberikan bantuan sosial (Bansos).

Ada 2 pembagian bantuan yang diberikan pada warga miskin, yaitu usia kelompok produktif, dan non produktif.

Baca Juga :  Dinsos Jember Anggarkan Rp2,8 Miliar untuk Stiker Warga Miskin, DPRD: Kami Minta Pencetakan Diefisiensi

“Yang untuk produktif, nah ini perlu treatment pelatihan, intervensi pendidikan. Tetapi ada memang yang itu sudah tidak bisa kita melakukan treatment lain, karena usianya tidak produktif, kecuali lewat bansos dan lain sebagainya,” ucapnya.

Kata Gus Fawait hal tersebut, harus tetap dilakukan, sehingga agar APBD Jember tidak hanya ditumpuk untuk pelatihan, dan hal-hal produktif.

Dia menyadari bahwa sebagian dari masyarakat Kabupaten Jember yang tidak mampu juga dari kalangan usia tidak produktif atau berumur 60 tahun ke atas, sehingga perlu diberikan bansos.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemkab Jember Percepat Sinergi dengan Pusat: Garap Layanan Dasar hingga Hotel Cinta
Warga Desa Suci dan Pakis Audiensi ke DPRD Jember Tuntut Kejelasan Sertifikat Tanah Ketajek
Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta Kunjungi Warga Penerima Layanan Homecare
Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara
Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’
Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan
Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan
Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember

Baca Lainnya

Thursday, 15 October 2026 - 19:19 WIB

Pemkab Jember Percepat Sinergi dengan Pusat: Garap Layanan Dasar hingga Hotel Cinta

Thursday, 15 October 2026 - 18:37 WIB

Warga Desa Suci dan Pakis Audiensi ke DPRD Jember Tuntut Kejelasan Sertifikat Tanah Ketajek

Saturday, 10 October 2026 - 16:40 WIB

Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta Kunjungi Warga Penerima Layanan Homecare

Thursday, 8 October 2026 - 22:52 WIB

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Monday, 5 October 2026 - 20:30 WIB

Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’

TERBARU

Masyarakat yang akan mengurusi paspor di Kantor Imigrasi. (Foto: Istimewa).

Regionalia

Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi

Thursday, 15 Oct 2026 - 22:52 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading