Frensia.id- Judi online beberapa akhir ini semakin meresahkan. Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Cak Imin, ikut berkomentar bahwa hal tersebut telah memeras orang-orang kecil 14/04/2024.
Ia berkomentar pada postingan akun centang biru bernama @ainunnajib. Akun tersebut berbicara tentang beberapa orang yang ingin karena bermain Crypto. Namun ke depannya, hal paling penting adalah pemilik kuasa dapat menghentikan maraknya judi online.
“Tapi lebih penting lagi memberantas judi online sih.Semoga penguasa & yang bersenjata mau“, tulisnya dalam media X 13/04/2024.
Merespon postingan ini, Cak Imin tampak bersepakat. Baginya judi online merugikan orang-orang kecil. Ia anggap begitu tega para pengendalinya.
“Judi online memeras orang kecil yang kehilangan harapan. Tega bener pemegang kendalinya“, catat cak Imin melalui akunnya @cakimiNOW 14/04/2024.
Komentar yang paling banyak menuari respons dari warganet. Saat berita ini ditulis, telah dilihay lebih dari 19ribu kali dan ratusan kali direpost.
Komentar warganet pada respon Cak Imin ini kebanyakan positif atau mendukung. Banyak akun yang melaporkan dan sedang resah pada maraknya judi online.
Misalnya akun bernama @txtdriAnatoli. Ia tampak berharap Cak Imin bisa pasang badan pada isu-isu yang dianggap kecil ini. Baginya, dampak judi online perlu dikhawatirkan.
“Cak, walaupun gagal jadi wapres saya harap tetap bersuara dan pasang badan di isu yg keliatan nya mikro ini padahal dampak buruk nya sangat besar di masyarakat“, balasnya.
Sebenarnya keresahan Cak Imin ini telah banyak diteliti banyak diteliti oleh kalangan akademisi. Telah banyak yang menemukam bahwa dampaknya memang sangat mengkhawatirkan.
Misalnya, penelitian yang dilakukan dua akademisi asal UIN Sunan Kalijaga, bernama Yogi Wirareja dan Nurus Sa’adah. Keduanya menulis riset dengan judul “Dampak Judi Online Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa“. Penelitian ini terbit dalam Al-Isyraq pada tahun 2024 ini.
Keduanya menyimpulkan bahwa bermain judi online berdampak buruk pada kesehatan mental pelajar. Dampak-dampaknya termasuk peningkatan tingkat stres, kecemasan, dan depresi, serta gangguan pola tidur.
Selain itu, ada risiko terjadinya ketergantungan pada permainan judi dan penurunan prestasi akademik.