Frensia.Id- Pemerintah Kabupaten Jember, di bawah Kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait bersama Lion Air Group resmi mengoperasikan kembali rute penerbangan Jember–Surabaya pulang pergi (PP) mulai Senin (1/6).
Peresmian yang berlangsung di Bandara Notohadinegoro ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut peresmian rute ini memiliki nilai simbolis yang kuat. Karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
“Hari ini adalah hari bersejarah bagi Kabupaten Jember. Setelah terhubung dengan Jakarta dan Bali sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kini Jember kembali terhubung dengan Surabaya,” katanya di Bandara Notohadinegoro, Senin (1/6/2026).
“Ini merupakan hasil perjuangan bersama dan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila untuk memajukan daerah,” sambungnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait ini, tidak menampik bahwa keterbatasan konektivitas selama beberapa tahun terakhir sempat menjadi batu sandungan bagi pembangunan daerah. Efek dominonya, mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi menjadi kurang optimal.
“Selama beberapa tahun terakhir Jember menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur yang menghubungkan daerah dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Dampaknya tentu berpengaruh terhadap percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Lewat aktifnya kembali rute menuju Surabaya ini, Gus Fawait optimistis arus barang, jasa, investasi, serta mobilitas masyarakat dari dan menuju Jember. Akan jauh lebih lancar.
“Maka saya yakin dengan adanya penerbangan ini, perputaran ekonomi akan semakin meningkat di Jember,” paparnya.
Gus Fawait juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah pusat, DPR RI, pihak maskapai, hingga elemen masyarakat.
“Kalau sinergi ini terus kita pertahankan, saya yakin Jember akan kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di ujung timur Pulau Jawa,” tandasnya.
Sebagai informasi, acara peresmian ini turut dihadiri oleh Presiden Direktur Lion Air Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Anggota DPR RI Komisi VI Rivqy Abdul Halim, jajaran manajemen Lion Air Group, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.






