Akademisi RSD dr. Soebandi Rekomendasi Strategi Menekan Angka Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jember

Tuesday, 19 November 2024 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Akademisi RSD dr. Soebandi Rekomendasi Strategi Menekan Angka Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jember (Sumber: Grafis/Canva/Frensia)

Gambar Akademisi RSD dr. Soebandi Rekomendasi Strategi Menekan Angka Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jember (Sumber: Grafis/Canva/Frensia)

Frensia.id- Kabupaten Jember saat ini menjadi perhatian khusus di Provinsi Jawa Timur terkait tingginya angka stunting serta kematian ibu dan bayi.

Febriana Maya Puspitasari, akademisi dari RSD dr. Soebandi, menganalisis strategi untuk menurunkan angka ini melalui pendekatan pemenuhan kebutuhan kesehatan penduduk dengan cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage).

Hasil temuannya telah publish dalam   bentuk jurnal. Tahun ini, terbit dalam Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity tahun 2024.

Hasil analisis ini menjadi penting mengingat Survei Status Gizi Indonesia 2022 menyebut Jember memiliki prevalensi stunting balita tertinggi di Jawa Timur, sementara Dinas Kesehatan Jawa Timur juga menempatkan angka kematian ibu dan bayi di Jember sebagai yang tertinggi di provinsi ini.

Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030 menetapkan target ambisius dalam mengurangi angka kematian ibu menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup, kematian bayi menjadi 12 per 1.000 kelahiran hidup, dan stunting sebesar 14% pada tahun 2024.

Namun, dengan tingkat kepesertaan JKN-KIS baru mencapai 66% dari total penduduk Jember, upaya tersebut menghadapi tantangan besar.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 mengamanatkan seluruh penduduk harus terlindungi dengan cakupan kesehatan semesta paling sedikit 98% pada 2024. Fakta ini mendorong perlunya langkah konkret dan strategis.

Dalam analisisnya, Febriana menggunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dari sisi kekuatan, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan perhatian tinggi pada upaya penurunan angka stunting, kematian ibu, dan bayi melalui pelayanan gratis, monitoring berkelanjutan, serta alokasi anggaran yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan.

Dukungan regulasi melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 juga menambah kekuatan ini. Namun, kekurangannya adalah alokasi anggaran Universal Health Coverage yang belum mencukupi dan minimnya kesadaran warga untuk menjadi peserta JKN-KIS mandiri.

Program seperti J-Pasti Kuereen justru memicu ketidakpatuhan peserta JKN-KIS mandiri dalam membayar iuran.

Dari sisi eksternal, ancaman terbesar datang dari pencapaian kepesertaan JKN-KIS yang baru mencapai 66% per Juni 2023, jauh dari target 98% pada tahun 2024.

Selain itu, meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri, di tengah angka kematian ibu dan bayi serta prevalensi stunting yang masih tinggi. Namun, ada peluang besar dalam bentuk perhatian pemerintah daerah dan dukungan anggaran yang lebih besar untuk menekan angka ini.

Baca Juga :  Kutip Kitab Klasik, Prof. Dr. Phil. Sahiron Bakar Semangat 2.235 Mahasiswa Baru Di PBAK UIN KHAS Jember

Dari analisis tersebut, Febriana merekomendasikan langkah strategis yang melibatkan prioritas alokasi APBD untuk mendukung Universal Health Coverage di Jember.

Strategi ini akan memfokuskan layanan kesehatan pada upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif agar program yang dibiayai JKN-KIS dapat berjalan secara komprehensif dan terpadu.

Selain itu, pengalihan sebagian anggaran pelayanan kesehatan gratis ke Universal Health Coverage diusulkan agar dapat memperluas cakupan peserta dan meningkatkan pelayanan kesehatan.

Jika Universal Health Coverage dijadikan prioritas dalam anggaran, kita bisa memperkuat penanganan preventif, meningkatkan layanan kuratif, dan mempercepat pengurangan angka stunting serta kematian ibu dan bayi. Jadi bukan hanya soal angka, tapi masa depan generasi Jember.

Dengan strategi ini, harapannya Kabupaten Jember dapat mengejar ketertinggalan dalam pencapaian cakupan kesehatan semesta dan menciptakan perubahan signifikan dalam indikator kesehatan masyarakat, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung
Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember
Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026
Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember
Pemkab Jember akan Luncurkan Layanan Homecare, Berikut Cara Mengaksesnya
Kisah Lutfiyah, Warga Sukowono Jember yang Takut Berobat setelah Idap Kanker Payudara
Cerita Pasien Jantung Asal Banyuwangi Temukan Harapan di RSD Soebandi Jember

Baca Lainnya

Saturday, 8 August 2026 - 17:40 WIB

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung

Saturday, 8 August 2026 - 17:30 WIB

Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember

Thursday, 6 August 2026 - 17:00 WIB

Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat

Friday, 31 July 2026 - 19:42 WIB

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

Thursday, 23 July 2026 - 12:53 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember

TERBARU

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, (dari kiri), Bupati Jember, Muhammad Fawait (tengah), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman (kanan) (Foto: Diskominfo).

Politia

Pemkab Jember dan DPRD Setujui KUA PPAS 2027

Tuesday, 8 Sep 2026 - 16:32 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading