BPBD Jember Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 10 Februari-Waspada Bencana Hidrometeorologi

Monday, 2 February 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa.

Foto: Istimewa.

Frensia.Id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memberikan imbauan terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Jawa Timur. Termasuk Jember, pada periode 1 hingga 10 Februari 2026.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipicu oleh aktifnya fenomena atmosfer yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi secara signifikan.

Saat ini, kata dia, seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, dengan beberapa titik berada pada fase puncak.

“Dalam sepuluh hari ke depan, diperkirakan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Hilang di Pantai Paseban Jember, Wisatawan Asal Jombang Ditemukan Tewas

Edy menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Low Frequency, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin yang melintasi Jawa Timur.

Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih hangat serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif.

“Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat, kilat atau petir, angin kencang dan puting beliung, hingga potensi hujan es,” ujarnya.

Edy meminta masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan topografi ekstrem. Untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Baca Juga :  LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember

“Wilayah dengan topografi curam, pegunungan, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak seperti banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang,” paparnya.

Menghadapi ancaman ini, BPBD Jember mengimbau agar masyarakat segera mencari tempat aman jika terjadi hujan lebat dengan durasi lama. Terutama bagi warga di dekat lereng atau bantaran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak selama 10 hari ke depan demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi
PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah
Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal
GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung
LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember
LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember
Sebanyak 46 Dapur SPPG di Jember Diberhentikan Sementara
Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe

Baca Lainnya

Saturday, 19 September 2026 - 22:46 WIB

PC ANSOR Kencong Luncurkan Kampung Moderasi Beragama Berbasis Lokasi untuk Perkuat Toleransi

Friday, 18 September 2026 - 20:13 WIB

PMII dan Warga Silo Jember Gelar Aksi Tolak Pembangunan Batalyon TP Usai TNI Pasang Patok Tanah

Thursday, 17 September 2026 - 22:40 WIB

Kereta Api Ijen Express Tabrak Mobil Fortuner hingga Terseret 750 Meter, 1 Orang Meninggal

Tuesday, 15 September 2026 - 23:27 WIB

GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung

Tuesday, 15 September 2026 - 20:30 WIB

LBH PKC PMII Jatim Dorong Ada Pembaruan Struktur Forum CSR di Jember

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading