Frensia.Id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur produksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah SPPG, Jalan Batu Raden, Sumbersari, Jember. Sidak ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan ‘Wadul Gus’e’.
Tim lintas sektor yang dipimpin Asisten II Setda Jember, Ratno C. Sembodo, menemukan kondisi dapur yang memprihatinkan. Ratno yang didampingi Satgas MBG, unsur Muspika Sumbersari, dan tenaga kesehatan, memberikan teguran keras kepada pengelola.
“Kami hadir di sini karena laporan warga adalah alarm bagi pemerintah. Program MBG ini tujuannya menyehatkan, bukan justru membahayakan. Saya tegaskan, tidak ada ruang kompromi untuk kualitas pangan yang buruk,” kata Ratno di lokasi, Sabtu (28/2/2026).
Selanjutnya kata dia, dalam sidak tersebut, tim menemukan sejumlah fakta memprihatinkan terkait standar kelayakan pangan. Fokus pemeriksaan meliputi kondisi fisik dapur, sistem penyimpanan bahan baku, hingga pengecekan sampel makanan secara visual yang dinilai tidak memenuhi standar gizi dan keamanan.
“Sekali lagi, kami tidak akan memberikan toleransi terhadap kelalaian yang mengancam kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak. Laporan warga ini adalah alarm keras bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Ratno menambahkan, pihak pengelola SPPG dan Kepala Dapur berkomitmen melakukan perombakan total terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Mereka berjanji akan memberikan pelatihan ulang bagi petugas dapur dan memperketat pengawasan bahan makanan yang masuk.
“Mereka telah berjanji akan memberikan pelatihan ulang bagi petugas dapur dan memperketat pengawasan bahan makanan yang masuk,” paparnya.
Kata dia, pengawasan ke depan akan dilakukan secara berlapis. Dia menginstruksikan Satgas MBG untuk melakukan evaluasi berkala dan meminta masyarakat tetap kritis melaporkan kendala di lapangan.
“Masyarakat kami minta tetap kritis dan terus memanfaatkan kanal ‘Wadul Gus’e’ untuk mengawasi jalannya program ini secara partisipatif,” tandasnya.
Sebagai informasi, petugas kesehatan yang turut serta dalam tim memberikan beberapa poin evaluasi. Di antaranya adalah penguatan higienitas, perbaikan proses sortir bahan baku, hingga manajemen distribusi agar kualitas makanan tetap terjaga.







