Frensia.id- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar mempunyai pandangan dalam melakukan pemberdayaan UMKM harus dimulai dari hulu hingga hilir.
pernyataan tersebut ia sampaikan lewat unggahan akun Instagram, cakiminow, pada Rabu (21/10/26).
Pria kelahiran Jombang yang lebih akrab dipanggil dengan cak Imin ini juga menjelaskan bahwa pelaku usaha perlu diperkuat dengan kapasitas dan teknologi.
“Pemberdayaan UMKM harus dimulai dari hulu hingga hilir. Bahan baku disiapkan dari dalam negeri, pelaku usaha diperkuat dengan kapasitas dan teknologi, lalu dibukakan akses pasar dan pengembangan industry”, ujarnya dalam menjelaskan maksud dari hulu-hilir.
Gagasan pemberdayaan UMKM ini juga turut serta melibatkan beberapa pihak sebagaimana yang disebutkan oleh Cak Imin dalam captionnya di Instagram. Diantaranya adalah Perintis Berdaya Connect Bandung, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wamen Perindustrian Faisol Riza, Bupati dan wakil wali kota Bandung.
“Itulah yang kami dorong melalui Perintis Berdaya Connect Bandung bersama Menteri Sosial Bapak Saifullah Yusuf @gusipul_id, Wakil Menteri Perindustrian Bapak Faisol Riza @faisolriza.id, Wakil Wali Kota Bandung @kangerwin_bdg, dan Bupati Bandung @dadangsupriatna, kita mendorong agar ekosistem usaha ini saling terhubung dari hulu hingga hilir” tutur Ketua Umum DPP PKB.
Dalam mewujudkan gagasannya mengenai pemberdayaan UMKM, Bandung menjadi pilot project nasional yang selanjutnya akan diturunkan ke daerah-daerah lain. Seperti harapan Cak Imin supaya UMKM tumbuh dan Masyarakat mandiri secara ekonomi.
“Bandung Creative Hub menjadi model kolaborasi lintas sektor yang akan terus direplikasi agar semakin banyak UMKM tumbuh dan masyarakat mandiri secara ekonomi”, ungkap Cak Imin.
Perlu difahami bahwa Bandung Creative Hub merupakan pusat kreativitas, edukasi dan laboratorium kegiatan yang menjadi yang menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif di kota Bandung.
Bisa terbilang cukup proposional, Gedung yang memiliki 6 lantai ini menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk 17 subsektor ekonomi kreatif, diantaranya: ruang pameran, perpustakaan, studio music, content studio, studio tari dan sebagainya.
Gedung yang berlokasi di Jl. Laswi No. 7, Kecamatan Kacapiring, Kota Bandung ini diresmikan pada 28 Desember 2017 dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.






