Produsen Kerupuk di Jember Keluhkan Harga Tepung Tapioka Naik Tiga Kali Lipat

Saturday, 7 November 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu produsen kerupuk di Kabupaten Jember, sedang menjemur kerupuk. (Foto: Istimewa).

Salah satu produsen kerupuk di Kabupaten Jember, sedang menjemur kerupuk. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Kenaikan harga bahan baku yang ugal-ugalan membuat para perajin kerupuk di Kabupaten Jember, megap-megap. Lonjakan harga tepung tapioka yang menembus hingga tiga kali lipat memaksa banyak pelaku usaha kecil memilih gulung tikar.

Salah satu yang masih bertahan di tengah gempuran biaya produksi yang membengkak adalah Muhammad Ma’ruf (45), perajin kerupuk asal Lingkungan Krajan, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Pantauan di lokasi, dampak mahalnya bahan baku terlihat jelas di tempat penjemuran milik Ma’ruf. Sejumlah tampah bambu tampak kosong karena kapasitas produksi merosot tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Ma’ruf mengungkapkan, tren kenaikan harga tepung tapioka ini sudah dirasakannya sejak tiga bulan terakhir. Sebagai bahan baku utama, lonjakan ini praktis membuat para produsen kelimpungan.

Jika dulunya dia bisa menebus tepung tapioka dengan harga sekitar Rp 600.000 per kuintal, kini harganya melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp 1,6 juta per kuintal.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polres Jember Cek Harga Beras di Pasar Tanjung hingga Ritel Modern

“Naiknya harga tepung tapioka setiap hari, meski sedikit-sedikit kalau setiap hari terasa lama-lama. Saya yang mau belanja lagi lihat harganya sudah tidak sama dengan sebelumnya,” katanya, pada Sabtu (7/11/2026).

Selanjutnya kata dia , di saat biaya operasional melompat jauh, dia tidak berani menaikkan harga jual kerupuk ke pasaran karena takut ditinggal pelanggan.

“Pusing saya, karena biaya operasional melonjak, sedangkan harga kerupuk tidak kami naikkan karena kami khawatir konsumen kabur,” ujarnya.

Demi menyambung napas usahanya, Ma’ruf terpaksa memangkas kapasitas produksinya secara drastis. Jika normalnya ia mampu memproduksi 1 hingga 2 kuintal kerupuk dalam sekali jalan, kini ia hanya sanggup memproduksi sekitar 50 kilogram saja.

Kendati demikian, bapak satu anak ini merasa dirinya masih lebih beruntung dibanding rekan sesama perajin di kampung sebelah yang sudah terlebih dahulu menyerah.

Baca Juga :  Wina Terpilih dalam Proyek Pemasangan Patung Satoshi Nakamoto

“Saya masih terbilang beruntung bisa produksi, sedangkan teman-teman di daerah kampung sebelah banyak yang sudah gulung tikar,” paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ma’ruf dari para pedagang, meroketnya harga tepung tapioka ini dipicu oleh sulitnya pasokan bahan baku singkong, sehingga stok di pasaran semakin menipis.

Menghadapi situasi yang kian mencekik ini, Ma’ruf hanya bisa berharap pemerintah segera turun tangan melakukan intervensi pasar. Ia ingin pasokan tepung tapioka kembali normal dan harganya ramah di kantong perajin kecil.

“Harapannya pemerintah segera turun tangan. Semoga pasokan tepung tapioka kembali normal dan harganya terjangkau, jadi kami bisa lanjut usaha tanpa terbebani biaya produksi yang tinggi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

BULOG Jember Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional
Satgas Pangan Polres Jember Cek Harga Beras di Pasar Tanjung hingga Ritel Modern
BRI Jember Perkuat Pelayanan ke Masyarakat melalui Sinergi Bersama TNI
Cak Imin: Pemberdayaan UMKM Harus Dimulai dari Hulu hingga Hilir
OJK Jember Dorong Perbankan Buka Kantor Cabang di Tempat Wisata Lumajang, Dekatkan Layanan Money Changer
OJK Jember Siap Kolaborasi dengan Pemkab Lumajang Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Wina Terpilih dalam Proyek Pemasangan Patung Satoshi Nakamoto
Miliarder Crypto Mike Novogratz memperkirakan Bitcoin akan Tembus $100.000

Baca Lainnya

Saturday, 7 November 2026 - 18:34 WIB

Produsen Kerupuk di Jember Keluhkan Harga Tepung Tapioka Naik Tiga Kali Lipat

Sunday, 1 November 2026 - 13:42 WIB

BULOG Jember Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Perkuat Pengawasan Nasional

Wednesday, 28 October 2026 - 18:08 WIB

Satgas Pangan Polres Jember Cek Harga Beras di Pasar Tanjung hingga Ritel Modern

Tuesday, 27 October 2026 - 12:15 WIB

BRI Jember Perkuat Pelayanan ke Masyarakat melalui Sinergi Bersama TNI

Thursday, 22 October 2026 - 10:33 WIB

Cak Imin: Pemberdayaan UMKM Harus Dimulai dari Hulu hingga Hilir

TERBARU

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Istimewa).

Politia

Bupati Jember Pastikan 8 Ribu Honorer Aman dari PHK

Saturday, 7 Nov 2026 - 18:26 WIB

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Bambang Saputro (kanan), bersama warga Jember setelah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). (Foto: Humas Dispendukcapil).

Politia

Aktivasi IKD Jember Capai 139.966 Akun Per 6 November 2026

Friday, 6 Nov 2026 - 19:16 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading