Deklamasi Monolognya Memukau, Mahasiswa UIN KHAS Jember Diminta Tampil di Malam Puncak SeIBa International Festival

Saturday, 28 September 2024 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Deklamasi Monolognya Memukau, Mahasiswa UIN KHAS Jember Diminta Tampil di Malam Puncak SeIBa International Festival (Sumber: Istimewa)

Gambar Deklamasi Monolognya Memukau, Mahasiswa UIN KHAS Jember Diminta Tampil di Malam Puncak SeIBa International Festival (Sumber: Istimewa)

Frensia.id- Deklamasi monolog memerlukan kompetensi dan skill yang kompleks. Mulai dari penguasaan narasi yang dibawakan, emosi, gerak dan sebagainya, memerlukan fokus yang tinggi untuk dapat ditampilkan secara sempurna.

Walaupun berat, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) ternyata mampu melakukannya dengan memukau. Penampilannya sukses mencuri perhatian dalam acara SeIBa International Festival yang digelar UIN Imam Bonjol Padang, 28/09/2024.

Namanya, Rizal Aria Putra. Ia adalah mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah yang ikut serta dalam festival internasional yang diadakan pada 23-28 September 2024 ini. Monolognya mengangkat kesadaran nilai-nilai budaya melayu.  

Judul monolog yang ditampilkannya, “Engkuh Beradat Melayu”. Karya yang dibawakannya adalah besutan sutradara Muhammad Guntur Hadi Saputro, yang juga mahasiswa prodi Psikologi Islam UIN KHAS.

Diceritakan dalam penampilan monolognya, pada gulita panggung yang tak menawarkan petunjuk, hanya cermin besar yang tampak samar di sudut. Sebuah peti tua tersimpan rapi di sampingnya, seolah menyimpan rahasia masa lalu yang enggan terbuka.

Dari kegelapan, seorang pria muncul, berpakaian serba hitam, langkahnya pelan namun penuh beban, seperti diseret oleh ingatan yang jauh. Di tangannya, sebuah lentera menyala, cahayanya temaram.

“Assalamualaika ya Rasulullah,” teriakan itu membelah sunyi, menggema dalam ruang hampa, seolah ingin memanggil kembali roh zaman yang hilang. Nada suaranya penuh harap, tetapi juga menyimpan kesedihan yang mendalam.

Alunan musik akustik kontemporer yang samar-samar mulai mengisi ruang, mengiringi langkahnya yang semakin mendekati cermin.

Monolog yang dibawakannya tampak menceritakan tentang seorang pria yang kehilangan identitas diri sebagai seorang yang dulu besar dalam rahim budaya Melayu.

Di tengah pekat gelap panggung, tiba-tiba teriakan Rizal Aria Putra terdengar tampak tersesat dalam kegelapan,

Baca Juga :  Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam

“Dimana aku berada, dimana aku sekarang, semua gelap gulita. Aku tidak tahu siapa aku!” Suaranya merintih, penuh kebingungan, seolah tak hanya kehilangan arah, tetapi juga dirinya sendiri.

Dunia yang dulu dikenalnya kini terasa begitu asing. Baginya seluruh identitas Melayu telah hilang karena kabut kelam modernitas. Di tengah kebimbangannya, jari-jarinya tanpa sengaja menyentuh selembar kertas yang terserak di lantai.

Ia meraba, lalu mengangkat kertas itu ke dekat lentera yang redup. Kemudian ia meracau, berbicara pada dirinya sendiri, “Aku tak lagi budiman. Aku, insan tak bermoral.”

Ia berhasil menampilkan gejolak jiwa penolakannya terhadap realitas yang ia rasa kian hampa, matanya menangkap sesuatu yang familiar, sebuah peti. Peti itu tampak usang, namun menyimpan keakraban yang aneh baginya.

Ia membuka peti itu dengan perlahan, dan di dalamnya, tersimpan pakaian adat Melayu—pakaian yang pernah menjadi simbol kehormatan dan jati dirinya yang hilang.

Dengan tangan gemetar, ia mulai memungut helai demi helai kain itu, mengenakannya satu per satu. Setiap helai yang membalut tubuhnya seolah menghidupkan kembali kenangan yang terkubur.

Ia mulai ingat, siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan betapa dalam ia terikat dengan warisan leluhurnya. Pakaian itu bukan sekadar kain, melainkan simbol yang memulihkan identitas yang telah lama terkikis oleh arus zaman.

Pada akhirnya, dalam diam yang penuh makna, ia berdiri tegak, wajahnya memantulkan kebangkitan jiwanya. Ia paham bahwa kejahatan di era ini tak lagi hanya tentang mencuri harta benda—kejahatan terbesar kini adalah eksploitasi budaya, alam, dan lebih tragis lagi, eksploitasi agama.

Dunia yang dulu ia kenal, kini dihadapkan pada ujian yang lebih halus namun mematikan. Dengan tatapan tajam yang menyapu penonton, ia berbisik dengan suara berat,

Baca Juga :  Durian Lokal Jember Naik Kelas! Riset Ungkap Potensi Varietas Eksklusif di Lereng Argopuro dan Raung

“Saya titipkan warisan leluhur Melayu, jangan sampai hilang tergerus kemegahan duniawi.”

Lalu dengan lantang, menggema ke seluruh sudut ruangan,

“Takkan Melayu Hilang di Bumi. Bumi Bertuah, Negeri Beradat!, salam rumpun Melayu” Teriakannya disambut oleh sorak sorai dan tepukan meriah dari para penonton yang tersentuh oleh pesan mendalam itu.

Performa epik dalam monolog Rizal Aria Putra, tidak hanya memukau penonton, tetapi juga mendapat apresiasi khusus dari pihak penyelenggara.

Welhendri Azwar, Wakil Rektor 3 UIN Imam Bonjol Padang, dengan bangga mengundang tim monolog dari UIN KHAS Jember untuk tampil di Malam Puncak SeIBa International Festival, sebuah ajang bergengsi yang hanya menampilkan karya-karya terbaik dari berbagai penjuru. Undangan ini menjadi sebuah kehormatan tersendiri bagi UIN KHAS Jember, mengukuhkan prestasi mereka di tingkat internasional.

Menanggapi kabar menggembirakan ini, Khoirul Faizin, Wakil Rektor 3 UIN KHAS Jember, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian luar biasa tim mahasiswa tersebut.

“Ini bukti bahwa potensi SDM kita, terutama mahasiswa, patut diandalkan dan layak diperhitungkan,” ucapnya dengan penuh kebanggaan,28/09/2024.

Keberhasilan ini, lanjutnya, bukan hanya sekadar pencapaian individu, melainkan bukti bahwa UIN KHAS Jember mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan institusi lain di kancah internasional.

Khoirul Faizin juga menegaskan komitmen universitas untuk terus melakukan pembinaan terhadap bakat dan minat mahasiswa, agar prestasi-prestasi serupa dapat dicapai, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Pembinaan bakat dan minat mahasiswa akan diprioritaskan, dan dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya, menutup dengan optimisme tinggi tentang masa depan mahasiswa UIN KHAS Jember yang semakin cemerlang di pentas dunia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali
Mahasiswa Cendekia BAZNAS UNIKHAMS Jember Gelar Aksi Sosial: Dari Penguatan UMKM Hingga Edukasi Anak Yatim
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Gagasan Pendidikan Islam Berkarakter Ulil Albab dan Ulin Nuha
UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026
Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan
Gerbang SDN di Jember Disegel Ahli Waris Dini Hari
Gegara Sejoli Mesum, UNEJ Bakal Perbanyak Frekuensi Patroli Security di Wilayah Kampus
Viral Video Sejoli Mesum di Lingkungan Kampus UNEJ

Baca Lainnya

Thursday, 12 March 2026 - 12:14 WIB

4 Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali

Saturday, 7 March 2026 - 20:00 WIB

Mahasiswa Cendekia BAZNAS UNIKHAMS Jember Gelar Aksi Sosial: Dari Penguatan UMKM Hingga Edukasi Anak Yatim

Saturday, 28 February 2026 - 12:56 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Gagasan Pendidikan Islam Berkarakter Ulil Albab dan Ulin Nuha

Thursday, 26 February 2026 - 17:15 WIB

UIN KHAS Jember Luncurkan Program Unggulan Selama Bulan Ramadan 2026

Wednesday, 25 February 2026 - 21:14 WIB

Diteliti! Kelompok Perempuan Rentan Diabetnya Meningkat Saat Ramadhan

TERBARU

Kondisi arus lalu lintas saat perjalanan mudik di Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

News

Sejumlah Titik Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2026 di Jember

Wednesday, 18 Mar 2026 - 23:22 WIB

Tampak depan masjid Raya Pesona yang baru saja dibuka segelnya (Polici Line) (Foto: Sigit/Frensia).

Criminalia

Police Line Masjid Jember yang Terjadi Ledakan Sudah Dibuka

Wednesday, 18 Mar 2026 - 17:44 WIB

Foto: Istimewa.

Criminalia

Polisi Temukan 1 Granat dan 1 Butir Peluru di Rumah Warga Jember

Tuesday, 17 Mar 2026 - 21:40 WIB