Jasa Penggilingan Padi di Jember Keluhkan Kalah Saing dengan Selep Keliling

Wednesday, 18 March 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak depan Usaha Dagang (UD) Sumber Alam, milik Hendry Angka Wijaya di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. (Foto: Fadli/Frensia).

Tampak depan Usaha Dagang (UD) Sumber Alam, milik Hendry Angka Wijaya di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. (Foto: Fadli/Frensia).

Ajung, Frensia.id – Musim panen padi telah tiba. Jasa penggilingan padi yang seharusnya ramai, namun berbeda dengan yang dialami oleh pelaku Usaha Dagang (UD) Sumber Alam, di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung.

Hendry Angka Wijaya, selaku pemilik penggilingan padi, mengeluhkan bahwa kini usahanya mulai sepi, karena kalah saing dengan selep yang keliling di masyarakat.

“Kita sudah tersaing dengan penggilingan (selep) padi yang keliling-keliling itu. Cuma saya ini ngambil sisa-sisa saja mungkin gitu,” kata Hendry, saat ditemui di tempat penggilingan padinya, pada Rabu (18/3/2026).

Baca Juga :  BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa persentase masyarakat yang menggiling sudah mulai berkurang.

“Sekarang ini banyak penggilingan kecil. Jadi biasanya 100 orang ke sini, mungkin (tinggal) 10 orang. Jadi sepi,” kata dia.

Menurut Hendry, di tahun-tahun sebelumnya kondisi penggilingan padinya juga sudah lama mulai sepi.

“Meskipun lebaran berapa tahun yang lalu itu sepi, karena nggk kepatan dengan panen gitu. Ini tepatan dengan panen sekarang,” katanya.

Baca Juga :  Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

“Pada bulan-bulan mau lebaran ini, bertepatan dengan panen raya. Jadi masyarakat ada pada yang digiingkan,” kata dia.

Meski begitu, dia tetap menerima pesanan dari masyarakat yang ingin menggiling padinya.

“Kita menerima jasa dari masyarakat petani yang untuk konsumsi sendiri,” katanya.

Ia juga mengatakan berat gabah yang dibawa masyarakat untuk digiling bermacam-macam.

“Ada yang punya gabah 3 kuintal, 1 kuintal, 50 kilo, ada yang 20 kilo. Ya itulah. Jadi macam-macam masyarakat. Tergantung kebutuhan yang dia punya,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen
Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM
Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Baca Lainnya

Wednesday, 5 August 2026 - 17:30 WIB

Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026

Wednesday, 5 August 2026 - 15:30 WIB

BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen

Sunday, 2 August 2026 - 17:33 WIB

Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM

Saturday, 27 June 2026 - 16:44 WIB

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading