Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia

Wednesday, 14 October 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nenek Babun (atau Bawon), warga Dusun Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari, Jember saat di kediaman rumahnya. (paling kanan). (Foto: Istimewa).

Nenek Babun (atau Bawon), warga Dusun Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari, Jember saat di kediaman rumahnya. (paling kanan). (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Kisah pilu sekaligus mengharukan dialami oleh Nenek Babun (atau Bawon), warga Dusun Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari, Jember. Usai hilang kontak selama 30 tahun dan dikira sudah meninggal dunia oleh keluarganya, sang nenek tiba-tiba pulang ke rumahnya.

Nenek Babun rupanya menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) unprosedural alias ilegal di Malaysia sejak tahun 1996. Selama tiga dekade merantau tanpa kabar, pihak keluarga di Jember bahkan sempat menggelar acara selamatan meninggalnya sang nenek hingga dua kali.

Namun takdir berkata lain. Bukannya pulang membawa harta berlimpah, Nenek Babun kembali ke tanah air dalam kondisi tua renta akibat dipulangkan (dideportasi) oleh pemerintah Malaysia.

Kisah ini bermula pada tahun 1996 silam. Saat itu, Nenek Babun yang masih muda terpaksa meninggalkan kampung halamannya karena terdesak impitan ekonomi.

Dia terpaksa meninggalkan tiga orang anaknya yang masih kecil, anak sulung perempuan berusia 11 tahun serta dua adik lakilakinya.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional

Niat awal Nenek Babun adalah merantau keluar Jawa untuk mengubah nasib keluarga. Namun, alur perjalanan hidup membawanya hingga ke Malaysia secara ilegal.

Sejak saat itulah, komunikasi antara Nenek Babun dan anak-anaknya terputus total selama puluhan tahun hingga keluarga menganggapnya telah tiada.

Pengalaman pahit harus ditelan Nenek Babun selama bekerja di negeri jiran. Bukannya kesuksesan yang didapat, ia justru harus berhadapan dengan hukum setempat akibat statusnya yang tidak resmi.

Nenek Babun mengaku sampai tiga kali merasakan dinginnya jeruji besi penjara di Malaysia sebelum akhirnya dideportasi kembali ke Indonesia.

“Lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang,” tutur Nenek Babun mengingat masa-masa kelamnya di perantauan, pada Rabu (14/10/2026).

Baca Juga :  Ketua PWI Pusat Akhmad Munir Soroti Disrupsi Teknologi Digital Ubah Pola Masyarakat Konsumsi Informasi

Menanggapi kejadian ini, Pendamping Sosial setempat, Faturohman, mengingatkan masyarakat agar memetik pelajaran berharga dari kisah Nenek Babun. Dia meminta siapa saja yang ingin menjadi pahlawan devisa untuk berangkat melalui jalur yang legal dan resmi.

“Jangan sampai mengalami nasib yang sama dengan Nenek Babun. Masih beruntung beliau bisa pulang selamat ke tanah air,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Babinkamtibmas Desa Gadingrejo, Aiptu M Taufiq. Dia mengimbau warga agar tidak mudah tergiur bujuk rayu tekong atau makelar PMI ilegal.

Taufiq mengungkapkan, saat ini masih ada satu warga desa setempat yang mengalami nasib serupa akibat terpedaya oleh makelar tak bertanggung jawab.

“Siapapun yang akan menjadi PMI, wajib hukumnya melalui jalan yang resmi agar perlindungan dan keselamatannya terjamin,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember: Muscab Jadi Pondasi Awal Gerakan Alumni
Muscab IKA PMII Jember Segera Digelar, Momentum Konsolidasi Alumni untuk Pembangunan Daerah
Misteri Rumah Kosong di Cangkring Jember Ludes Terbakar, Api Muncul Dari Sela-Sela Keramik
Keren! Polisi Jember Sholat Subuh Berjamaah Sambil Sosialisasi Tertib Lalin
Identifikasi DNA Cocok, Jenazah Kernet Truk Korban KMP Virgo Transport Dipulangkan ke Jember
Aksi Sosial Jum’at Berkah, Satlantas Polres Jember Bagikan Sembako dan Nasi Bungkus ke Warga
Jalur Nasional Jember-Banyuwangi Retak sepanjang 40 Meter
BPS Jember Rilis Kecamatan Dalam Angka 2026, Acuan Data untuk Pemangku Kebijakan hingga Akademisi

Baca Lainnya

Wednesday, 14 October 2026 - 17:38 WIB

Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia

Tuesday, 13 October 2026 - 17:05 WIB

Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember: Muscab Jadi Pondasi Awal Gerakan Alumni

Tuesday, 13 October 2026 - 15:56 WIB

Muscab IKA PMII Jember Segera Digelar, Momentum Konsolidasi Alumni untuk Pembangunan Daerah

Tuesday, 13 October 2026 - 15:44 WIB

Misteri Rumah Kosong di Cangkring Jember Ludes Terbakar, Api Muncul Dari Sela-Sela Keramik

Tuesday, 13 October 2026 - 12:45 WIB

Keren! Polisi Jember Sholat Subuh Berjamaah Sambil Sosialisasi Tertib Lalin

TERBARU

Pelaku pencabulan saat diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Sumbersari, Jember. (Foto: Istimewa).

Criminalia

Bejat! Pria di Jember Tega Cabuli Adik Ipar di Dalam Kamar Rumah

Wednesday, 14 Oct 2026 - 17:25 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading