Frensia.id- Para pakar dan akademisi ternyata ada yang fokus pada tradisi pijat bayi di masyarakat. Hasil baik untuk kesehatan bahkan dapat meningkatkan berat badan bayi.
Salah satu akademisi yang fokus mengkaji adalah Bunga Tiara Carolin, Suprihatin dan Clara Agustin. Ketiganya adalah Akademisi Nasional Jakarta.
Hasil risetnya disusun dalam bentuk jurnal. Pada tahub 2020 kemarin, telah terbit dalam Indonesian Midwifery Scientific Journal.
Dalam pandangan ketiganya, Pijat adalah salah satu metode penyembuhan tertua di dunia. Teknik ini mencakup seni perawatan kesehatan yang bisa melonggarkan sendi yang kaku dan menyelaraskan organ tubuh melalui pijatan yang kuat.
Kajian mereka bertujuan untuk mengevaluasi dampak pijat bayi dalam mendukung peningkatan berat badan bayi. Bayi yang ditelitinya, berkisar usia 2-6 bulan. Bayi tersebut kemudian dibandingkan dengan bayi yang tidak dipijat.
Metode yang mereka pakai adalah quasi experiment dengan desain kontrol non-ekuivalen. Sampelnya diambil dengan tehnik purposes sampling.
Ada 30 bayi berusia 2-6 bulan yang dikaji. Mereka membaginya menjadi dua.
Proses analisis datanya menggunakan digunakan paired t-test. Kemudian, untuk menyempurnakannya juga memakai independent t-test.
Hasil temuannya cukup mencengangkan. Dapat memverifikasi bahwa tehnik tradisional masih dapat dipakai di dunia kesehatan modern.
Ketiganya, mengungkapkan bahwa pijat bayi memberikan dampak positif terhadap peningkatan berat badan bayi. Data hasil penelitiannya, menunjukkan p value sebesar 0,029, yang berarti lebih kecil dari 0,05.
Dar angka tersebut dapat dibaca bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam peningkatan berat badan antara bayi yang menerima pijatan dan mereka yang tidak.
Bisa disimpulkan, pemijatan bayi terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kenaikan berat badan bayi.
Temuan ketiganya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para ibu mengenai pentingnya pijat bayi. Ternyata, metode ini dapat dianggap sebagai salah satu metode untuk membantu meningkatkan berat badan bayi mereka.
Penemuan ini sebenarnya juga dapat digunakan sebagai referensi bagi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada orang tua tentang manfaat pijat bayi.
Dengan memahami manfaat ini, diharapkan ibu-ibu akan lebih termotivasi untuk menerapkan pijat bayi secara rutin, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan.