FRENSIA.ID– Menarik, dua dosen UIN KHAS memberikan rekomendasi pada pengembangan manajemen sistem informasi Madrasah. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Rif’an Humaidi dan Sarwan dari Universitas Islam Negeri KH Achmad Shiddiq, Indonesia, mengkaji tata kelola Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pendidikan di sekolah menengah Islam atau madrasah.
Dalam hasil riset yang diterbit dalam Journal of Educational Management Research volume 5, dijelaskan bahwa Di era digital yang serba cepat ini, masih banyak institusi pendidikan yang berjuang mengatasi manajemen sistem yang tidak efektif.
Berdasarkan temuan penelitian tersebut, masalah intinya tidak hanya terletak pada keterbatasan infrastruktur teknologi, melainkan ketiadaan strategi manajemen terpadu yang menyelaraskan teknologi dengan tujuan organisasi. Seringkali, sistem informasi hanya berfungsi sebagai alat administratif semata dan bukan sebagai instrumen strategis pendukung perencanaan, koordinasi, dan pengambilan keputusan.
Melalui studi kualitatif ini, peneliti mengungkapkan bahwa keberhasilan pengelolaan SIM Madrasah sangat bergantung pada keseimbangan dua dimensi utama, yakni infrastruktur dan sumber daya manusia. Terkait manajemen infrastruktur, pengelolaan yang baik dilakukan melalui perbaikan kapasitas perangkat keras dan perangkat lunak secara berkelanjutan, serta peningkatan keandalan jaringan internet. Manajemen infrastruktur ini juga mencakup upaya untuk memastikan keakuratan dan aksesibilitas data pada platform seperti EMIS dan SIMPATIKA. Tanpa infrastruktur yang memadai, SIM tidak akan bisa berfungsi secara optimal sebagai alat manajerial.
Di sisi lain, manajemen sumber daya manusia juga memegang peranan krusial dan harus difokuskan pada peningkatan kompetensi staf melalui pelatihan teknologi informasi serta program pengembangan kapasitas. Kompleksitas penerapan SIM menuntut adanya personel yang kompeten secara profesional dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Selain itu, pengembangan prosedur operasional standar dan penataan alur kerja yang sistematis sangat diperlukan untuk kelancaran manajemen data di lapangan.
Sebagai rekomendasi, kedua dosen UIN KHAS tersebut mendorong agar setiap institusi pendidikan mulai memprioritaskan kesiapan digital sekaligus pengembangan profesional yang berkelanjutan. Pelajaran terpenting dari studi ini adalah bahwa kesuksesan implementasi Sistem Informasi Manajemen tidak semata-mata diukur dari kesiapan teknologinya, tetapi juga dari pengembangan strategis dan pemberdayaan para penggunanya.
Dengan mengintegrasikan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas sumber daya manusia, informasi dapat diproses dengan lebih efisien, transparan, dan efektif guna mendukung pengambilan keputusan institusi serta meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan.
Penulis : Mashur Imam






