Frensia.id- Faida banyak disasar kampanye hitam, pada tahun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember tahun 2020 kemarin. Mengejutkan, peneliti memperlihatkan bahwa Faida yang kalah itu berpasangan dengan Dwi Arya menjadi pasangan Cabub-Cawabub yang paling banyak disasar.
Sebelumnya, tertunda karena pandemi Covid-19. Setelah kondisi memulih, akhirnya dapat dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 9 Desember 2020. Di Jawa Timur, ada sebanyak 19 kabupaten/kota. Termasuk salah satu yang dilaksanakan kala itu adalah Pilkada Jember.
Tentunya, karena masih masuk masa Pandemi, Pilkada Jember dilaksanakan berbeda dengan aturan yang telah disusun dalam sebelumnya. Sala satu yang membedakan adalah kebijakan tentang masa kampanye.
Kala itu, kempanya tidak boleh dilakukan dengan melibatkan pertemuan banyak orang. KPU, melalui regulasi baru, melarang kampanye yang melibatkan kerumunan massa, seperti rapat umum dan konser musik.
Disebabkan larangan tersebut, kandidat harus menempuh jalan kampanye online atau dunia maya. Yang banyak dipakai saat itu adalah media sosial. Salah satunya adalah Facebook yang menjadi platform komunikasi politik yang paling banyak digunakan untuk berkampanye.
Jadi tahun kemarin, para kandidat dan tim pendukungnya memanfaatkan facebook untuk menarik suara masyarakat. Mereka menyusun konten dengan sedemikian rupa agar dapat meningkatkan perhatian masyarakat pada colon yang sedang diusung.
Tentunya, strategi kampanye para tim pemenangan pun banyak ragamnya. Sayangnya, juga ditemukan bahwa strategi yang dilakukan juga kadang melanggar dan terlihat. Terbukti dengan banyak ditemukannya tindakan kampanye hitam yang menyerang berteman dan menyasar beberapa figur Cabub-Cawabub.
Salah satu penelitian yang mengkaji tindakan buruk ini adalah Soyono. Ia adalah akademisi Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitiannya telah diterbitkan dalam Calathu tahun 2021.
Suyono menjelaskan bahwa di Pilkada Jember tahun 2020, banyak berita hoaks dan kampanye hitam disebarkan melalui Facebook. Yang demikian menurutnya, sering kali berusaha mendiskreditkan pasangan calon untuk menjatuhkan lawan politiknya. Tentu targetnya, konten dipublish untuk memengaruhi sikap masyarakat agar tidak memiliki calon tertentu.
Hal yang mengagetkan dalam data riset Suyono ini, ditemukan Faida dan pasangannya Dwi Arya paling banyak menjadi sasaran. Dari data yang dikumpulkan, ada 47 persen konten Facebook yang menginformasikan buruknya Faida. Terkumpul 16 postingan 2 gambar yang memperburuk reputasinya.
Beberapa calon lain seperti pasangan Salam-Ifan, juga cukup tinggi yakni ditemukan 5 foto, 6 post dan bahkan satu video. Yang paling sedikit, Pasangan Hendy-Firjaun, hanya ditemukan 4 postingan dan 4 foto.
Jadi, Cabub tertinggi yang menjadi korban kampanya hitam kala itu adalah Faida. Tentu maklum, sebab dirinya adalah maju sebagai petahana dalam Pilkada yang lalu.