Fiqh Marsinah : Perempuan, Ruang Publik dan Narasi Keadilan

Thursday, 9 May 2024 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Marsinah, perempuan terhebat yang pernah dilahirkan di Indonesia. Ia sosok perempuan yang disimbolkan sebagai sosok pejuang buruh dan perempuan pejuang kaum lemah.

Ia seorang buruh di Sidoarjo yang berkerja di PT. CPS. Selama bekerja di perusahaan tersebut tahun 1990, Marsinah dikenal sosok buruh yang vokal dan selalu memperjuangkan nasib rekan-rekannya.

Tepatnya tahun 1993 pemerintah mengeluarkan himbauan kepada pengusaha Jawa Timur untuk menaikkan gaji pokok karyawan. Namun tidak diindahkan oleh PT. CPS dan memicu buruh menuntut kenaikan upah.

Marsinah terlibat dalam rapat perencanaan unjuk rasa bahkan ia salah satu dari 15 perwakilan buruh melakukan perundingan dengan pihak perusahaan. Pada akhirnya, ia harus meninggal mengenaskan dengan penganiayaan berat bahkan ia diketahui diperkosa.

Marsinah telah tiada, namun jejak perjuangannya tetap lekang. Marsinah tidaklah hanya dipahami sebagai sejarah biasa, namun sejarahnya bisa dilihat dari segala aspek. Termasuk salah satunya dari aspek Fiqh misalnya.

Marsinah disimbolkan dengan keberpihakan terhadap kaum mustadl’afin. Begitu juga Fiqh semestinya ada keberpihakan yang jelas yakni terhadap kaum mustadl’afin. Islam datang salah satu misinya untuk menghapus penindasan.

Baca Juga :  Lawan Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Jember Bentuk Satgas Lintas Sektor

Termasuk dalam hal ini menghapus penindasan pada kaum pekerja dan buruh. Bahkan Rasul sendiri memliki perhatian khusus kepada kaum buruh. Hal itu terlihat setidak-tidaknya pada tiga kondisi.

Pertama, Nabi pernah melarang seorang untuk mempekerjakan seseorang kecuali upahnya sudah jelas. Kedua, Nabi melarang mempekerjakan buruh sewenang-wenang dan berlaku dzalim terhadap upah buruh. Ketiga, Nabi memerintahkan agar upah buruh diberikan secara langsung tanpa ditunda-tunda.

Fiqh Islam menghendaki antara pengusaha dan pekerja harus dibangun diatas prinsip keadilan, musyawarah dan kesetaraan. Fiqh Islam menempatkan hubungan majikan dan pekerja dengan kemitraan tolong-menolong yang setara.

Marx menggambarkan hubungan sebagai kelas borjuis dan proletar. Kelas borjuis adalah pemilik alat produksi sedangkan kelas proletar adalah kaum buruh yang menjual tenaga kerjanya untuk mendapatkan upah.

Sayangnya kaum proletar hanya mendapatkan upah yang begitu kecil sementara si pemilik pabrik (borjuis) mendapatkan untung yang begitu besar. Kaum Borjuis mendapatkan posisi yang selalu diuntungkan sementara kaum buruh sebaliknya. Sehingga terjadi kesenjangan.

Baca Juga :  Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Bakal Tertibkan Perumahan Pelanggar Bantaran Sungai

Konteks Indonesia perjuangan melawan kesenjangan keadilan buruh salah satunya diperjuangkan Marsinah. Sosok perempuan yang memiliki kepedulian atas diskriminasi dan keadilan kaum buruh ini telah membumikan ajaran dan kepedulian kaum buruh sebagaimana ajaran dan Kepedulian Nabi.

Pada sisi yang sama ia menunjukkan perempuan harus memiliki peran dalam ruang publik, perempuan memiliki hak yang setara dengan laki-laki sebagaiman ajaran fiqh Islam. Termasuk narasi-narasi keadilan, perjuangan menegakkan keadilan perempuan dan laki-laki tidak ada perbedaan.

Marsinah Selian membumikan fiqh Islam yang ramah buruh, ia juga menyadarkan eksistensi kaum perempuan dalam sosio-ekonomi, peran reproduksi, peran publik termasuk perjuangan keadilan, kesetaraan, kemaslahatan dapat diperjuangkan tanpa melihat jenis kelamin.

Perjuangan Marsinah dalam menuntut keadilan, membela kaum buruh dan peran perempuan di ruang publik, nyata sudah sesuai dengan sunnah Nabi. Bahkan, juga bersenada dengan semangat marxisme dalam mengkritik ekonomi-politik borjuis.. (*)

*MOH. WASIK (Anggota LKBHI UIN KHAS Jember)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Peringati Nuzulul Quran, DPD PKS Jember Isi Ramadan dengan Ansitah dan Fokus Konsolidasi Internal
Bupati Fawait Sebut Jember Dapat Tambahan Pasokan 400 Ribu Liter BBM
Safari Ramadan PKB Jatim: Misi Besar Melipatgandakan Kemenangan di Pemilu Mendatang
Bupati Fawait Imbau Warga Jember Tetap Tenang soal Stok BBM
Antrean Mengular di SPBU Jember, Bupati Fawait Gelar Rapat Daring dengan Pertamina
Hiswana Migas Besuki Jamin Stok BBM di Jember Aman, Warga Diimbau Tak Panic Buying
Satgas Jember Sebut Puluhan Dapur MBG di Jember Belum Kantongi SLHS
Tanggapan Ketua DPC PKB Jember Soal Fatayat NU Jember Kembalikan Bantuan yang Diminta oleh DPR RI

Baca Lainnya

Saturday, 7 March 2026 - 20:16 WIB

Peringati Nuzulul Quran, DPD PKS Jember Isi Ramadan dengan Ansitah dan Fokus Konsolidasi Internal

Saturday, 7 March 2026 - 04:14 WIB

Bupati Fawait Sebut Jember Dapat Tambahan Pasokan 400 Ribu Liter BBM

Friday, 6 March 2026 - 22:22 WIB

Safari Ramadan PKB Jatim: Misi Besar Melipatgandakan Kemenangan di Pemilu Mendatang

Friday, 6 March 2026 - 02:21 WIB

Bupati Fawait Imbau Warga Jember Tetap Tenang soal Stok BBM

Thursday, 5 March 2026 - 23:50 WIB

Antrean Mengular di SPBU Jember, Bupati Fawait Gelar Rapat Daring dengan Pertamina

TERBARU