Gus Fawait: Penetapan LP2B Kini Tak Harus Menunggu Perda RTRW Disahkan

Tuesday, 23 June 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait saat setelah menghadiri agenda Pandangan Umum dari Nota Penjelasan atas Raperda baru tahun 2026 di DPRD Jember (Foto: Istimewa).

Bupati Kabupaten Jember, Muhammad Fawait saat setelah menghadiri agenda Pandangan Umum dari Nota Penjelasan atas Raperda baru tahun 2026 di DPRD Jember (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa kini pemerintah daerah sudah bisa menetapkan wilayah untuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), tanpa harus menunggu disahkannya atau revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Hal itu, dia sampaikan saat setelah menyimak pandangan umum dari fraksi-fraksi terhadap nota penjelasan bupati atas Raperda baru di tahun 2026.

“Terkait masalah LP2B yang berkaitan dengan LSD (Lahan Sawah yang Dilindungi) dan lain-lain sebagainya. Hari ini tidak harus menunggu disahkannya Perda RTRW,” tutur bupati, yang akrab disapa Gus Fawait, pada Senin (22/6/2026).

Baca Juga :  Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu

Keputusan tersebut tertuang pada Surat Edaran Bersama (SEB) dari Menteri ATR/Kepala BPN dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang diterbitakan Juni 2026.

Kata Gus Fawait, pihaknya melalui Satgas Tata Ruang telah mengirim surat kepada Kementerian ATR/BPN soal penetapan sementara wilayah LP2B di Jember.

“Sudah dikirim ke kementerian, tinggal menunggu kementerian. Dari kementerian nanti dikirim ke Jember. Itu sudah bisa jadi landasan untuk pembuatan dan penataan tata ruang,” tuturnya.

Baca Juga :  Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

Menurutnya, para pengusaha dan investor kini sudah bisa menggunakan acuan tersebut sebagai dasar pembangunan proyek di wilayah Jember.

“Sehingga mana yang LP2B, mana yang LSD sudah bisa kelihatan dan para pengusaha sudah bisa menggunakan itu menjadi sebuah acuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan bahwa kini wilayah LP2B di Jember mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Itu bagian keperpihakan pemerintah Kabupaten Jember, untuk mempertahankan ketahanan pangan dan insyaAllah, kita akan memberikan insentif untuk ketahanan pangan,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Baca Lainnya

Wednesday, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Monday, 14 September 2026 - 19:53 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading