Irakli Kobakhidze Serukan Atur Ulang Hubungan dengan Uni Eropa dan AS

Saturday, 28 December 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Irakli Kobakhidze, Perdana Menteri Georgia menyampaikan kritik tajam terhadap hubungan negaranya dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Pernyataan Irakli Kobakhidze ini seperti disampaikan dalam konfersi pers di Tbilis pada Jum’at 27 Desember 2024.

Ia menyebut hubungan tersebut saat ini berada di tingkat yang tidak diinginkan dan menyerukan pengaturan ulang untuk memperbaiki situasi.

“Kami telah mengajukan status kandidat Uni Eropa dengan dokumen setebal 5.000 halaman yang disiapkan dengan penuh dedikasi. Namun, permohonan tersebut ditolak tanpa alasan yang jelas,” ujar Kobakhidze.

Ia menyoroti peran sejumlah LSM dan aktor internasional yang menurutnya turut menggagalkan upaya Georgia. Kobakhidze menuduh beberapa pihak, termasuk Soros Foundation, sengaja melobi agar Uni Eropa menolak status kandidat bagi Georgia.

Baca Juga :  Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

“Ketua program integrasi Uni Eropa di Soros Foundation secara resmi meminta Uni Eropa untuk menolak status kandidat kami. Jika ini bukan standar ganda dan ketidakjujuran, apa lagi?” tegasnya pada 27/12/2024.

PM Georgia juga menyinggung sabotase terhadap rencana 12 poin yang dirancang pemerintah untuk memenuhi syarat integrasi Uni Eropa.

Menurutnya, LSM dan partai politik domestik menolak berpartisipasi dalam kelompok kerja dan secara terbuka berkampanye melawan status kandidat.

“Kami telah melaksanakan setiap persyaratan dengan penuh tekad, namun mereka menciptakan hambatan buatan dan menyebarkan narasi bahwa kami tidak layak menerima status tersebut,” tambahnya.

Meskipun mengkritik keras situasi saat ini, Kobakhidze tetap optimis terhadap masa depan hubungan internasional Georgia.

Baca Juga :  Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Ia menyinggung pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 20 Januari mendatang, yang menurutnya dapat membawa perubahan signifikan.

“Presiden Trump telah menyatakan niatnya untuk melawan ‘negara tersembunyi’ dan membersihkan pengaruh informal serta oligarki di AS. Langkah ini, jika terealisasi, akan membawa hubungan AS-Georgia ke arah yang sangat positif dan berdampak langsung pada hubungan Georgia-Uni Eropa,” ujar Kobakhidze.

Ia juga menyebutkan bahwa kemungkinan berakhirnya perang di Ukraina di bawah kepemimpinan Trump akan menciptakan stabilitas regional yang berdampak baik bagi Georgia.

Pidato Kobakhidze mencerminkan ketegangan hubungan Georgia dengan mitra internasionalnya sekaligus harapan pemerintahannya untuk perbaikan hubungan di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem
Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Baca Lainnya

Friday, 3 April 2026 - 22:29 WIB

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

TERBARU