Frensia.id – Nasib Nahas menimpa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jember saat menjalankan tugas Verifikasi dan Validasi (Verval) data kemiskinan yang tergolong Desil 1, di Kecamatan Sumberjambe.
Salah satunya, ASN Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Siti Nurus Syamsiyah, warga Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember yang sempat terjatuh di jalan tanjakan dengan kemiringan 45 derajat.
“Saya sudah mau nanjak gitu tidak sadar bahwa itu sudah terlalu tinggi. Sepedanya kan roda tiga. Terus mungkin kecepatan dari bawah itu kan kurang,” kata dia, saat ditemui Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, pada Senin, (20/4/2026) malam hari.
Kata Nurus, sebelum terjun ke lapangan, dirinya telah meminta izin ke pihak Kepala Satpol PP Jember.
“Izin bapak, saya mau Verval dulu. Oh iya boleh, kalau tidak ada kegiatan. Kalau ada (kegiatan) tidak boleh,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Nurus tetap bersedia melanjutkan Verval tersebut, agar program bantuan tepat sasaran dari Bupati Jember.
“Kalau dilanjut tidak apa-apa, tapi asalkan kalau yang Patrang dapat Patrang, yang Kaliwates dapat Kaliwates,” kata dia.
Lebih lanjut, dia menegaskan terkait pembagian tugas penerjunan Verval mungkin bisa dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
“Cuma kalau dari kami kalau perempuan gitu, jadi batasannya perempuan itu jangan jauh-jauh. Kalau laki-laki mungkin beda lagi ya cara kerjanya,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman, pihaknya akan melakukan evaluasi setelah dilakukan uji coba Verval tersebut.
“Akan kita perbaiki, evaluasi lagi. Diharapkan nanti posisinya melihat dari jenis kelamin, misalkan yang perempuan tidak suruh jauh-jauh. Cuma nantinya yang sakit tidak perlu memaksakan,” kata dia, ketika ditemui di RSD dr. Soebandi.
Helmi juga menyampaikan bahwa jika ada dari pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang merasa keberatan bisa diwakilkan.
“Yang keberatan karena sakit, karena tua, karena sepuh misalkan. Tidak perlu, nanti bisa diwakilkan kepada rekan kerjanya yang lain,” kata dia.
Sebab, menurutnya, akun verval tersebut bisa digunakan oleh siapapun.
“Yang penting NIPnya diserahkan, passwordnya itu NIP, bisa diserahkan kepada temannya,” tegasnya.






