Kantor Berita Pusat Korea Kritik G7 Sebagai Kontraktor Perang Global

Sabtu, 26 Oktober 2024 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Kantor Berita Pusat Korea Kritik G7 Sebagai Kontraktor Perang Global" sumber tangkapan layar media X.

Frensia.id – Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) meluncurkan kritik tajam terhadap G7, menyebut kelompok ini berkembang menjadi kontraktor perang global.

Dalam komentar yang dipublikasikan pada 25 Oktober 2024, KCNA mengungkapkan bahwa pertemuan pertama kali para Menteri Pertahanan G7 di Napoli, Italia, baru-baru ini memicu kecaman luas karena dianggap memperparah ketegangan internasional.

KCNA menyatakan bahwa pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh perwakilan Uni Eropa dan NATO, berada di bawah kendali Amerika Serikat dan menghasilkan pernyataan bersama yang berpotensi memecah-belah hubungan internasional.

Dalam pernyataan itu, G7 mengklaim bahwa ancaman terhadap keamanan global semakin besar, yang disebabkan oleh negara-negara berdaulat seperti Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), Rusia, dan Cina.

KCNA menilai tuduhan tersebut sebagai langkah gegabah yang hanya memperburuk konfrontasi antar negara.

Dibentuk pada tahun 1970-an, G7 awalnya bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi negara-negara Barat.

Baca Juga :  Mudik, Kekayaan Spiritual dan Kekayaan Ekonomi

Namun, menurut KCNA, penyelenggaraan pertemuan menteri pertahanan ini justru menunjukkan bahwa G7 telah menyimpang jauh dari misi awalnya.

“G7, yang tidak memiliki mandat untuk mewakili masyarakat internasional, secara terbuka mengklaim otoritas dalam menangani masalah keamanan global,” tulis KCNA.

Dalam rilisnya, KCNA menggambarkan kelompok tersebut kini lebih mirip dengan perkumpulan perang daripada kelompok ekonomi.

Menurut KCNA, tindakan ini mencerminkan standar ganda yang dijalankan G7.

Laporan tersebut juga menuduh G7 mencoba mempromosikan ketegangan Perang Dingin baru guna melanggengkan industri pertahanannya sendiri.

Dalam pandangan KCNA, dukungan G7 terhadap NATO di Semenanjung Korea hanya memperburuk ketegangan.

KCNA menyebut NATO, yang kerap melibatkan Korea Selatan dalam agenda-agenda anti-DPRK sejak 2022, sebagai perpanjangan tangan G7 dalam memperluas pengaruh militer AS di Asia.

Baca Juga :  Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

KCNA lebih lanjut mengklaim bahwa AS, melalui G7, sedang membangun poros kekuatan untuk mendukung ambisi hegemoninya.

G7, yang dianggap beranggotakan negara-negara penjahat perang, berkolaborasi erat dengan NATO untuk mendukung konfrontasi militer di Asia dan Eropa.

“Barat mengklaim bahwa keamanan Asia dan Eropa tidak terpisahkan, upaya yang hanya akan menyulut konflik baru di kawasan-kawasan tersebut,” imbuh laporan tersebut.

Di tengah kecaman yang dilontarkan, KCNA memperingatkan bahwa upaya G7 untuk menekan hak-hak DPRK hanya akan membuat kelompok tersebut terjerumus lebih dalam dalam kontroversi global.

“Semakin putus asa G7 dalam menuduh kebijakan nuklir DPRK, semakin jelas perannya sebagai pengganggu perdamaian dunia,” jelas KCNA.

Komentar ini menyoroti semakin intensnya ketegangan internasional, terutama terkait upaya berbagai pihak untuk memperluas pengaruh politik dan militer di kawasan-kawasan strategis, seperti Asia dan Eropa.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin
Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan
Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas
Komentar Trump Soal DeepSeek: Alarm Peringatan bagi Dominasi Teknologi AS
Indonesia dan Malaysia Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Senator Rusia Ungkap Dugaan Pola Provokasi AS
Tag :

Baca Lainnya

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:06 WIB

Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 

Selasa, 18 Februari 2025 - 05:34 WIB

Meskipun Mencapai ATH Baru, Nilai Emas Terus Menurun Dibandingkan Bitcoin

Jumat, 31 Januari 2025 - 23:25 WIB

Presiden Luong Cuong Serukan Persatuan dan Pembangunan

Kamis, 30 Januari 2025 - 13:48 WIB

Nuvve Holding Corp Perusahaan Kendaraan Listrik Gabung ke Pasar Bitcoin, Meski dengan Modal Terbatas

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB