Frensia.id – Nabi Musa as tercatat salah satu dari jumlah Nabi dan Rasul yang tergolong kedalam rasul ulul Azmi. Rasul ulul azmi merupakan rasul yang memiliki keteguhan hati yang besar dalam berdakwah.
Atas kesabaran dan kelemah lembutan nabi musa dalam berdakwah kepada fir’aun dan para pembesarnya, Nabi Musa tergolong Nabi ulul Azmi. Seperti kesabaran dan kegigihan Rasulullah saw dalam berdakwah pada umatnya yang juga tergolong rasul ulul Azmi .
Sebagai umat nabi Muhammad saw sekalipun tidak pernah hidup pada zaman nabi Musa as, namun bisa tercatat seperti hidup di zaman Nabi Musa as serta tergolong menjadi pengikutnya untuk menolong perjuangan dakwahnya dari kediktatoran Fir’aun.
Keterangan tersebut sebagaimana tertuang dalam kitab Durratun Nashihin karya Umar bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir.
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا اَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ
“Seakan-akan menemui zaman Nabi Musa as dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.”
Terkait perjuangan Nabi Musa di zaman Fir’aun dan Haman secara gamblang di tulis oleh Dr. H. Hermansyah dalam agitan karyanya Kisah Nabi Musa Dan Fir‘Aun Dalam Al-Qur’an : Studi Perbandingan Penafsiran Ishari Klasik dan Modern, sebagaimana ringkasan berikut:
Nabi Musa dan Bani Israil
Nabi Musa as bernama asli Musa bin ‘Imran. Sementara Ibn Katsir menyebutkan nasab Nabi Musa secara lengkap yaitu Musa bin ‘Imran bin Qahas bin Azzar bin Lawi bin Ya‘qub bin Ishaq bin Ibrahim ‘alaihis salam.
Bani Isra’il merupakan keturunan Isra’il yaitu nama lain dari Nabi Ya‘qub as. Pasca Nabi Yusuf as menjadi pejabat di mesir mereke bermukim di Mesir. Kemudian wafatnya Nabi Yusuf as mereka tertindas oleh penguasa Mesir yaitu Fir’aun dan mereka di jadikan budaknya melakukan pekerjaan berat.
Fir’aun dan Haman
Nama Fir‘uan, muncul sebanyak 74 kali dalam Al-Quran. Namun Fir’aun yang dihadapi Nambi musa tidak disebutkan secara secara gamblang. Para peneliti sejauh ini telah mengerucutkan kesimpulan pada dua nama, yakni Fir‘aun Ramses II dan anaknya, Fir‘aun Merneptah.
Haman merupakan penasihat atau menteri yang berkedudukan tinggi, ia juga sebagai penanggung jawab mega proyek pembangunan Fir’aun. Ia salah satu pilar kekuatan pemerintahan fir’aun.
Kedua orang ini merupakan orang yang menolak dengan sombong atas ajakan dakwah Nabi Musa as yang sudah terbukti dengan jelas baik melalui argumentasi serta mu’jizat Nabi Musa yang menakjubkan.
Menurut Shaikh al-Sha‘rawi bahwa Fir‘aun itu seorang raja yang terbiasa memerintah, maka akan sulit kalau posisinya diperintah.
Maka nabi Musa diminta untuk menempuh cara yg lemah lembut. Penggunaan metode qoulan layyinan (perkataan yang lemah lembut) adalah metode yang tepat.
Orang yang mengerjakan shalat tarawih pada malam ke tujuh seperti orang yang berada di barisan dan membela Nabi Musa as.
Tentu pahala yang didapatkan sangat besar. Karena seakan kita sedang memperkuat perjuangan Nabi mulya yang tergolong pada rasul ulul Azmi.