Komentar Vasily Nebenzya di DK PBB: Tuduhan Keras Kepada Rezim Kiev dan Barat

Thursday, 26 September 2024 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Vasily Nabenzya Perwakilan Tetap Federasi Rusia untuk PBB sumber edit by Frensia

Ilustrasi gambar Vasily Nabenzya Perwakilan Tetap Federasi Rusia untuk PBB sumber edit by Frensia

Frensia.id – Pernyataan tegas disampaikan oleh Perwakilan Tetap Federasi Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vasily Nebenzya, dalam sebuah pengarahan Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Ukraina pada tanggal 24 September 2024.

Nebenzya mengecam keras pemerintahan Kiev yang ia sebut sebagai “kediktatoran satu orang” dan menuduh Barat, termasuk Amerika Serikat, sebagai pemangku kepentingan yang tidak benar dalam konflik tersebut.

Menurut Nebenzya, gambaran Ukraina sebagai “korban tak berdosa dari agresi Rusia” adalah narasi yang salah.

Ia menyatakan bahwa pemerintahan di Kiev, yang ia labeli sebagai rezim neo-Nazi, telah menunjukkan sikap otoriter dan membawa negara ke dalam pertumpahan darah.

“Demi mempertahankan kekuasaan dan kepatuhan buta kepada Barat, diktator ini bersedia mengorbankan pemuda Ukraina dan mendorong dunia ke dalam jurang Perang Dunia III,” ujar Nebenzya.

Baca Juga :  Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Lebih lanjut, Nebenzya mengkritik Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang pernah berjanji akan melakukan apa saja demi perdamaian, termasuk mengorbankan posisinya.

“Kini frasa-frasa ini tampak seperti sesuatu dari alam khayalan, frasa-frasa tersebut kini tampak seperti khayalan dan telah kehilangan relevansinya,” kata Nebenzya mengomentari pernyataan Zelensky di masa lalu.

Dalam penjelasannya, Nebenzya juga menyinggung tentang penundaan pemilu yang seharusnya diadakan pada 31 Maret, yang dibatalkan Zelensky dengan dalih darurat militer.

“Pemilu berikutnya akan diadakan pada tanggal 31 Maret, tetapi Zelensky membatalkannya dengan dalih darurat militer, yang bertentangan dengan Konstitusi negara,” tegas Nebenzya.

Ia menambahkan bahwa setelah masa jabatannya habis, seharusnya kekuasaan presiden menurut konstitusi dilimpahkan kepada Ketua Vorkhovnaya Rada.

Baca Juga :  Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

“Sejak tanggal 20 Mei, ketika kekuasaan presiden seharusnya dilimpahkan ke Ketua Verkhovnaya Rada, Zelensky telah menjadi perampas kekuasaan konvensional”, jelasnya pada tanggal 24/09/2024.

Menurut Nebenzya, dalam lima tahun kepemimpinannya, Zelensky telah menjual Ukraina kepada beberapa perusahaan Barat, menghancurkan ekonomi negara, dan menjerumuskan Ukraina ke dalam krisis demografi terdalam.

“Presiden Biden hari ini berbicara di Majelis Umum tentang perlunya menyelamatkan bangsa Ukraina. Bangsa Ukraina tidak terancam dengan apa pun. Kami tidak melawan mereka. Kami berjuang melawan rezim kriminal yang telah merebut kekuasaan di Kiev,” ungkap Nebenzya.

Pernyataan Nebenzya ini menambah ketegangan dalam diskusi internasional mengenai konflik Ukraina, menggambarkan perang narasi serta perspektif yang berbeda dari kedua belah pihak yang terlibat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri
Penulis Yang Bantu Penyusunan Nobody’s Girl Ceritakan Sulitnya Hidup Korban Epstein

Baca Lainnya

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Sunday, 1 March 2026 - 20:45 WIB

Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

TERBARU

Bambang Soesatyo Sumber: Instagram

Educatia

5 Jurus Disegani Menurut Politikus Golkar, Bambang Soesatyo

Tuesday, 31 Mar 2026 - 13:43 WIB

Salah satu petani di Kecamatan Jenggawah, yang sedang menjemur padinya. (Foto: Fadli/Frensia).

Economia

Memasuki Musim Panen, Harga Gabah di Jember Stabil

Monday, 30 Mar 2026 - 21:02 WIB