Frensia.Id- Memilukan dan menggemparkan warga Jember, seorang janda berinisial SN (38) ditemukan tewas di rumahnya. Kejadian ini diduga bermotif penolakan terhadap ajakan menikah dari pelaku, yang kini telah diamankan pihak kepolisian.
Saat Press Conference, Kasatreskrim Polres Jember, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz menjelaskan kronologi singkat kejadian pembunuhan.
Menurutnya, kejadian bermula saat pelaku, seorang pria berinisial MH (42), mendatangi rumah korban pada Senin malam (8/12/2024).
“Kronologi singkatnya, kami jelaskan, itu berawal dari korban yang lumayan ke rumah tersangka, silaturahmi. Kebiasaan korban memang dilakukan dua hari sekali minimal ke rumah tersangka. Jadi kegiatan korban ke rumah tersangka ini tidak hanya sekali dua kali, tapi sudah sering”, ujarnya.
MH diketahui memiliki hubungan dekat dengan korban dan beberapa kali menyatakan keinginannya untuk menikah.
“Berdasarkan penjelasan AKP Abid, pelaku memang sudah biasa memberikan uang kepada korban senilai 100, 200 ribu. Sekitar dua kali dalam seminggu, korban datang kerumahnya”, pungkasnya.
Namun, ajakan itu selalu ditolak korban dengan alasan belum siap menjalin komitmen baru.
Tersangka kemudian ingin mengajak korban nikah siri. Namun jawaban korban membuat tersangka marah dan melakukan pembacokan.
“Jadi alur ceritanya itu ketika korban sering ke rumah pelaku, memang pelaku ini biasa memberikan uang kepada korban. Senilai 100, 200, lalu kegiatan ini berlanjut, seminggu dua kali korban datang ke rumahnya,” ucapnya.
Pelaku diduga merasa sakit hati karena ajakannya ditolak berulang kali oleh korban. Pada malam kejadian, MH mendatangi korban untuk kembali meminta jawaban. Namun, saat korban tetap menolak, terjadi pertengkaran hebat yang berujung pada tindakan kekerasan.
Pelaku dilaporkan mencekik korban hingga tewas di tempat. Setelah melakukan aksinya, MH sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap beberapa jam kemudian di rumah saudaranya yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian.
Kejadian ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Tetangga korban menyebut SN sebagai sosok yang baik dan dikenal ramah di lingkungan.
Polisi terus mendalami motif dan mencari kemungkinan adanya faktor lain yang memicu aksi nekat pelaku. Kasus ini juga menjadi perhatian luas masyarakat Jember, yang berharap keadilan segera ditegakkan.







