Frensia.id – Rasulullah SAW terkenal dengan akhlaknya yang begitu mulia, sampai-sampai Allah SWT memujinya dalam Q.S Al-Qalam ayat 4.
Sayyidah ‘Aisyah RA ketika ditanya tentang akhlak sang suami, beliau menjawab, Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an.
Salah satu akhlak Rasulullah SAW yang mulia ialah sabar. Utamanya kesabaraanya dalam berdawak menyebarkan agama yang diwahyukan oleh SWT.
Dikisahkan, ketika Rasulullah SAW ditemani Zaid bin Haritsah RA dari kota Makkah menuju suku Tsaqif di Thaif untuk meminta bantuan menghadapi tekanan yang dialami di Makkah sepeninggal Abu Thalib RA.
Tetapi apa yang diterima Rasulullah sampai di Thaif? Bukan sambutan yang baik yang diterima, melainkan sambutan yang menyakitkan, penduduk Thaif menyuruh orang-orang bodoh dan anak-anak untuk melempari Rasulullah dengan batu.
Zaid bin Haritsah yang menemani Rasulullah telah berusaha melindungi beliau dari lemparan batu tersebut. Sayangnya, batu-batu itu tetap mengenai tubuh sang rasul hingga berdarah.
Bersama Zaid, Rasulullah menghindar dari kejaran mereka walau dengan terluka di tumitnya, sampai akhirnya berteduh di pinggir kebun anggur milik Utbah dan Syaibah Putra Rabiah.
Nabi Muhammad SAW mengadu kepada Allah SWT menyadari atas lemahnya dirinya sehingga terdengar oleh kedua pemilik kebun itu.
Kedua pemilik kebun itu, merasa iba dan kasihan pada Rasulullah lantas menyuruh pelayannya yang bernama Adas untuk membawakan buah anggur yang sedang mereka petik.
Ketika si pelayan menghidangkan anggur, Rasulullah langsung memakannya seraya mengucapkan kalimat “Bismillahirrahmaniirrahim”
Mendengar kalimat yang asing, Adas merasa penasaran dan berkata, “Kalimat tadi tidak pernah saya dengar di negeri ini”
“Kau beragama apa? dan darimana?” Rasulullah bertanya
“Saya beragama Nasrani, dan dari kampung laki-laki shalih Yunus bin Matta”, jaawab Adas.
Lalu adas bertanya kepada Rasulullah, “Apa yang engkau ketahui tentang Yunus bin Matta?”
Kemudian, Rasulullah membacakan suatu ayat Al-Qur’an yang mengisahkan tentang Nabi Yunus AS (Yunus bin Matta).
Setelah mendengar ayat yang dibacakan oleh Rasulullah, Adas menyatakan diri untuk masuk Islam.
Lalu, datanglah Malaikat Jibril menghampiri Rasulullah untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT, dan berkata,
“Allah SWT telah memerintahkan saya untuk taat kepadamu dalam persoalan yang telah diperbuat oleh kaummu”
”Apakah engkau mau aku timpakan dua gunung kepada mereka (masyarakat Thaif)? Kalau itu kau inginkan maka akan aku lakukan”, lanjut Malaikat Jibril.
Namun, Rasulullah tidak menghendakinya, bahkan Rasulullah berdoa supaya mereka mendapatkan hidayah dari Allah, dan mengharapkan kelak akan banyak lahir dari mereka yang memperjuangkan Islam.
“Maha benar Allah SWT yang telah memberikan nama-Nya kepadamu, Ar-Rauf (Yang Mengasihani) dan Ar-Rahim (Yang Penyayang)”.
Dari kisah diatas, sebagai Umat Nabi Muhammad SAW hal bisa kita teladani, diantaranya:
- Dalam berdakwah (mengajak terhadap kebenaran) harus sabar
- Tidak mudah putus asa jika mengalami kegagalan dalam berdakwah
- Mendoakan dengan kebaikan kepada orang yang akan diajak pada kebenaran
- Tidak lupa membaca Basmalah setiap akan dan minum
Wallahu a’lamu bisshawab!