Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian Sebut Serangan Drone Israel Hanya Mainan Anak

Saturday, 20 April 2024 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hossein Amir Abdollahian - Menteri Luar Negeri Iran

Hossein Amir Abdollahian - Menteri Luar Negeri Iran

Frensia.id – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian sebut mainan srangan drone yang diluncurkan Israel mirip mainan anak-anak.

“Yang terjadi semalam bukanlah serangan, lebih mirip mainan anak kami. Itu bukan drone,” kata Amir Abdollahian.

Serangan Israel ini berlangsung pada hari Jumat 19 April 2024 pagi hari di kawasan militer Iran, tepat di wilayah Kota Isfahan.

Amir Abdollahian juga menyebutkan bahwa yang dilakukan Israel di Gaza adalah sebuah agresi dan kejahatan kemanusiaan. 

Hal tersebut disampaikan langsung pada pidatonya sebelum debat terbuka Dewan Keamanan PBB tentang “Situasi di Timur Tengah” pada 18 April 2024 di New York.

“Kejahatan rezim Israel di Gaza, Tepi Barat, dan wilayah lain di Palestina yang diduduki, serta serangannya terhadap negara-negara lain di wilayah tersebut, merupakan indikasi dari beberapa fakta yang tidak dapat disangkal,” ungkapnya.

Serangan ekstensif yang dilakukan rezim ini memiliki seluruh elemen material dan spiritual dari kejahatan agresi, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan genosida.

Baca Juga :  Bupati Gus Fawait sebut JFC Karnaval Terbesar Kedua Dunia angkat Nama Jember Lebih Dikenal

Baginya hal tersebut memerlukan tanggung jawab internasional bagi rezim dan sekutunya serta memerlukan pengadilan dan hukuman bagi semua pihak. komandan, pelaku, dan pendukung kekejaman tersebut.

Rezim Zionis, dengan mengandalkan dukungan Amerika Serikat dan beberapa sekutunya, tidak menghormati dan tidak menaati garis merah dalam kemajuan kebijakan apartheid, pembersihan etnis, genosida, dan bahkan perluasan permusuhan.

Amerika Serikat dan beberapa negara Barat adalah penyebab utama terhambatnya upaya serius global, termasuk di dewan ini, untuk mewujudkan gencatan senjata segera dan permanen di Gaza.

Mereka terus memblokir keanggotaan penuh pemerintah Palestina di PBB dan gagal mendukung isu pernyataan dewan ini yang mendukung Konvensi Wina dan prinsip tidak dapat diganggu gugatnya tempat diplomatik.

“Esensi dan sifat rezim Israel didasarkan pada agresi, pendudukan, teror, pembunuhan, dan genosida”, tegas Amir Abdollahian.

Oleh karena itu, semua tindakan mereka di masa lalu, seperti apa yang disebut sebagai perundingan damai, tercapainya Kesepakatan Abraham, dan normalisasi hubungan, bukan saja tidak damai, namun pada hakikatnya dan sepenuhnya menipu, dan sebagai akibatnya, tidak mempunyai hasil praktis untuk mewujudkan hak-hak yang melekat pada bangsa Palestina.

Baca Juga :  Pemkab Jember akan Gandeng Perbankan untuk Beri Modal Pelaku UMKM

Perkembangan dan perlawanan di Gaza dan Tepi Barat selama enam bulan terakhir menunjukkan sekali lagi bahwa menghancurkan perlawanan Palestina dan Hamas sebagai gerakan pembebasan melawan penjajah hanyalah sebuah ilusi.

Dukungan seluruh bangsa di kawasan dan para pencari kebebasan di dunia atas perlawanan terpuji bangsa Palestina juga membuktikan bahwa bangsa ini tidak sendirian dalam mewujudkan hak inherennya berdasarkan hukum internasional.

“Israel bukanlah negara yang sah; ia hanyalah suatu kekuasaan pendudukan, dan berlalunya waktu tidak dan tidak akan memberikan legitimasi kepada kekuasaan pendudukan tersebut karena, berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional yang terkenal, status pendudukan suatu tanah bersifat sementara, bahkan jika itu berlangsung lama. selama beberapa dekade,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW
Pavingisasi di Jember Gunakan Material Beralamat SNI Dibekukan, DPRD Jatim Minta Proyek Diberhentikan
Pemkab Jember Kukuhkan Pengurus Kormi, Gus Fawait: Kalau Buat Event Harus Multiplier Effect
PAN Bondowoso Gelar Muscab ke-VI untuk Perkuat Internal Partai melalui Restrukturisasi Pengurus
Menpar dan Pemprov Jatim Optimis JFC Bakal Tembus Kalender Wisata Dunia
Menpar Puji JFC, Sebut Jember Jadi Inspirasi dan Bawa Budaya Indonesia ke Dunia
Datang ke JFC, Sekjen Kemenbud: Bangsa yang Rawat Budaya Akan Disegani Dunia
Bupati Gus Fawait sebut JFC Karnaval Terbesar Kedua Dunia angkat Nama Jember Lebih Dikenal

Baca Lainnya

Tuesday, 28 July 2026 - 22:02 WIB

Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW

Tuesday, 28 July 2026 - 21:50 WIB

Pavingisasi di Jember Gunakan Material Beralamat SNI Dibekukan, DPRD Jatim Minta Proyek Diberhentikan

Monday, 27 July 2026 - 23:13 WIB

Pemkab Jember Kukuhkan Pengurus Kormi, Gus Fawait: Kalau Buat Event Harus Multiplier Effect

Monday, 27 July 2026 - 12:45 WIB

PAN Bondowoso Gelar Muscab ke-VI untuk Perkuat Internal Partai melalui Restrukturisasi Pengurus

Sunday, 26 July 2026 - 17:38 WIB

Menpar dan Pemprov Jatim Optimis JFC Bakal Tembus Kalender Wisata Dunia

TERBARU

Gambar Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi

Tuesday, 28 Jul 2026 - 17:07 WIB

Gambar Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa (sumber: Istimewa)

Criminalia

Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa

Tuesday, 28 Jul 2026 - 17:04 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading