Frensia.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Jember akan segera digelar, di Gedung Garuda, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, dan menguatkan konsolidasi, serta merancang kontribusi alumni PMII yang berdampak, bagi pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Jember.
Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember, Ahmad Zaki Emyus, menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam Muscab tahun ini ialah “PMII, NU dan Naturalisasi Ideologi”.
Tema tersebut diharapkan para alumni dapat memperkuat nilai-nilai dasar pergerakan, dan menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta mempraktikkan dalam kehidupan kesehariannya.
Menurutnya, naturalisasi ideologi sebagai upaya untuk membumikan nilai-nilai PMII dan NU agar tidak berhenti menjadi ciri khas organisasi semata, tetapi juga tertanam dalam sikap, pemikiran, dan tindakan para alumni di lintas sektor pengabdian.
“Alumni PMII perlu terus menjaga kesinambungan antara nilai ideologis yang diperoleh selama berproses di organisasi dengan realitas pengabdian di tengah masyarakat. Nilai keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, keadilan, dan komitmen terhadap kemaslahatan harus menjadi landasan dalam menjalankan peran profesional maupun sosial,” kata Zaki, saat dikonfirmasi pada Selasa (13/10/2026), siang hari.
Sinergitas Alumni PMII dan Kontribusi untuk Pembangunan Daerah di Jember
Kata Zaki sebaran alumni PMII di berbagai sektor strategis di Kabupaten Jember, merupakan modal besar untuk terus dirawat oleh organisasi.
Dengan beragam latar belakang mulai dari profesi, pengalaman, kompetensi, serta jaringan pengabdian, sehingga menjadi peluang untuk saling menguatkan dan membangun kolaborasi.
Oleh karena itu, kehadiran Muscab ini bertujuan untuk menyatukan gagasan, mempertemukan berbagai generasi alumni, serta menyusun agenda yang berdampak bagi masyarakat Jember.
“Potensi alumni yang tersebar di berbagai sektor harus menjadi kekuatan kolektif. Jangan sampai keberagaman latar belakang justru membuat alumni berjalan sendiri-sendiri. Melalui Muscab ini, kita berharap terbangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi yang lebih kuat demi kemajuan Jember,” tuturnya.
Harapan IKA PMII Jember dengan Kepemimpinan Baru
Muscab IKA PMII Jember, menjadi forum penentuan ketua baru yang akan memimpin organisasi ke depan.
Menurut Zaki, keberagaman alumni merupakan suatu keniscayaan yang harus dikelola oleh organisasi.
Beragamnya pandangan, profesi, pengalaman, maupun pilihan, merupakan hal lumrah dalam proses organisasi.
Dia berharap, Ketua IKA PMII yang terpilih mampu merangkul seluruh alumni tanpa membedakan latar belakang profesi, maupun kedekatan personal.
“Harapan kita, siapa pun yang terpilih nantinya dapat menjadi pemimpin bagi seluruh alumni, bukan hanya bagi kelompok tertentu. IKA PMII harus menjadi rumah besar yang menyatukan potensi, gagasan, dan pengabdian alumni untuk kepentingan yang lebih luas,” tegasnya.
Selain itu, kata Zaki kehadiran kepengurusan baru dapat membuat program yang memperkuat pendataan, dan komunikasi alumni, serta membangun jejaring lintas sektor strategis.***






