Frensia.Id- Hujan deras yang rutin turun sepanjang November 2025 membuat tebing di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember sering mengalami longsor. Tebing ini membuat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurus Salam yang berdiri di depan tebing terancam.
Kepala MI Nurus Salam, Muhammad Hanafi menyampaikan, tebing tanah yang rawan longsor itu belum diberi talut pengaman. Sehingga material tanah kerap longsor.
“Aliran air dari tebing rawan longsor itu menuju bangunan sekolah saat hujan deras,” katanya, Rabu (18/11/2025).
Selanjutnya kata dia, warga sekitar biasanya secara bersama-sama membersihkan longsoran. Tujuannya, agar air tidak meluap ke ruang kelas.
“Namun, upaya itu sering tak bertahan lama,” ujarnya.
Hanafi menambahkan, warga sekitar dan pihak sekolah sempat membuat saluran air darurat. Namun, saluran itu cepat dangkal karena kembali tertimbun tanah longsor.
“Maka dari itu, pembangunan talut ini sangat kami harapkan. Soalnya talut pengaman bisa memperkuat tebing dan melindungi struktur madrasah dari kerusakan,” paparnya.
Kata Hanafi, tim survei dari Pemkab Jember sudah pernah datang setelah pihak sekolah melaporkan kondisinya melalui kanak Wadul Gus’e. Pihaknya berharap, agar penanganan bisa dipercepat sebelum curah hujan meningkat.
“Sudah ada tim survei dari Pemkab Jember yang turun,” tandasnya.







