Frensia.id- Keluarga besar kementerian Agama (Kemenag) Kecamatan Kaliwates patut dicontoh. Pasalnya, di bulan puasa ini mereka bergotong-royong membantu ratusan masyarakat lemah melalui penyaluran paket zakat dan shodaqoh.
Program pemberian paket zakat dan shodaqoh ini diinsiasi oleh beberapa instansi di bawah naungan Kementerian Agama Jember di Kecamatan Kaliwates. Kemarin (28/03/2024), Mereka kompak mengadakan kegiatan “Gema Rindu Ramadhan” yang dilaksanakan di MTsN 1 Jember .
Beberapa instansi yang bergabung dalam kegitan ini diantara, KUA Kecamatan Kaliwates, MAN 1 Jember, MTs. Negeri 1 Jember, dan KKMI. Kecamatan Kaliwates. Keempat lembaga ini bersepakat menghimpun dan menyakurkan paket zakat dan shodaqoh untuk dhuafa dan yatim puatu.
Muhammad Saiful Hadi, Kepala KUA Kaliwates Jember, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut didasarkan pada kesadaran bersama para ASN, Honorer, para guru dan lain sebagai dalam melihat sisi sosial Ramadhan saat ini.
Awalnya, sudah beberapa tahun yang lalu, pembagian paket zakat dan shodaqoh ini rutin diadakan oleh KUA Kaliwates setiap bulan Ramadhan. Bersyukur, pada perkembangannya, beberapa instansi lain ikut bergabung dan saling membantu.
“Alhamdulillah, pada bulan puasa ini kegiatan dan tentu juga paket yang disalurkan semakin banyak. Semua ini tentu karena dukungan dari MAN 1, MTsN 1 dan KKMI“, tuturnya pada crew Frensia.id.
Dari instansi-instansi yang bergabung, terkumpul 147 paket dan shodaqoh. Berdasarkan laporan kegiatannya, semua paket telah didistribusikan pada 115 Dhuafa, 25 Yatim dan 7 masyarakat yang berstatus Janda.
Muhammad Saiful Hadi merinci bahwa yang disalurkan adalah zakat fitrah dan shodoqoh. Semuanya dikumpulkan oleh keluarga besar pegawai, baik ASN atau lainnya yang berada d keempat instansi yang bergabung itu.
Ia sangat bersyukur, sebab acara itu adalah medium komunikasi dan tanggung jawabnya pada masyarakat. Dirinya sangat berharap, melalui kegiatan-kegiatan sejenis dapat mendorong instansi kementerian agama terus dekat dengan masyarakat.
“Kemenag, utamanya KUA, bukan hanya ngurusi orang nikah saja. Kedepannya, kita mesti dan harus berupaya menjadi penggerak dan penolong masyarakat di semua sektor. Termasuk, sektor ekonomi“, tambahnya tampak optimis.
Distribusi paket zakat dan shodaqoh tampak sangat disyukuri oleh para penerima. Seperti yang diungkapkan oleh Wati’.
Di tengah harga sembako yang tak menentu, ia mengaku bahwa paket yang diterima, cukup meringankan beban kebutuhannya.
“Ini sangat dirasakan manfaatnya oleh orang seperti saya, di saat menjelang idul fitri semua kebutuhan sembako terus naik harganya, alhamdulilah ini mendapatkan bantuan paket sembako, terimakasih kemenag jember“, ungkapnya.