Pemkab Jember Sebut Perumahan di Jember Banjir Akibat Hak Sungai Dirampas

Wednesday, 17 December 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi perumahan di bantaran sungai pasca banjir. (Foto: Istimewa).

Kondisi perumahan di bantaran sungai pasca banjir. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id – Pemerintah Kabupaten Jember meninjau Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, yang terdampak banjir. Setelah melakukan peninjauan, banjir dinilai bukan semata-mata akibat faktor alam.

Pemkab menegaskan, bencana ini adalah dampak langsung dari pelanggaran pembangunan di bantaran sungai dan tata ruang.

“Ini bukan Tuhan yang murka, tetapi hak Sungai Melekuk yang dihalangi oleh kerakusan developer. Ketika hak sungai dirampas, maka sungai akan mengambil kembali jalurnya,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi saat meninjau lokasi pasca banjir, Rabu (17/12/2025).

Fauzi menjelaskan, sesuai ketentuan tata ruang, pembangunan di sekitar sungai wajib menjaga jarak minimal 15 meter dari tepian pasang tertinggi. Dia memastikan setiap bangunan yang melanggar aturan tersebut akan ditertibkan tanpa pengecualian.

“Semua bentuk perizinan akan kami kaji ulang. Pengembang harus bertanggung jawab penuh atas konsekuensi bisnis akibat pelanggaran ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Gala Sapa Pelanggan Tahun Ketiga: Perumdam Tirta Pandalungan Komitmen Perkuat Pelayanan di Tengah Tantangan

“Ini adalah instruksi Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tambahnya.

Pemkab Jember juga memastikan, bahwa penertiban bangunan di bantaran sungai akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Jember. Tidak hanya terbatas pada Perumahan Villa Indah Tegal Besar.

“Semuanya akan kami kaji, kami akan tertibkan jika ada pelanggaran pembangunan. Bukan hanya perumahan ini saja,” paparnya.

Sementara itu, Ketua RT 5/RW 13, Tri Wahyudi, menyampaikan, warga perumahan memang telah mengalami keresahan yang telah lama dirasakan. Kata dia, sebagian kawasan perumahan diduga dibangun di atas bekas bantaran sungai.

“Dulu wilayah ini merupakan jalur air alami dan tempat aktivitas warga. Secara geografis ini bantaran sungai yang seharusnya berjarak sekitar 20 meter dari bibir sungai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diduga Ada Kriminalisasi Advokat, FKA Datangi Mapolres Jember

“Namun diuruk dan dipasangi pondasi, sehingga aliran air makin menyempit,” imbuhnya.

Tri Wahyudi menyebut, warga juga menyoroti buruknya sistem drainase. Saluran pembuangan rumah bertabrakan dengan saluran utama.

“Serta pintu keluar air perumahan yang terlalu kecil sehingga air dari luar justru masuk dan meluap ke permukiman,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, warga menuntut tanggung jawab penuh pengembang PT Sembilan Bintang Lestari. Termasuk kemungkinan adanya relokasi bagi rumah warga yang terdampak banjir.

“Kami menuntut tiga hal. Pertama, bantuan material dan kompensasi. Kedua, renovasi tembok sisi barat serta perbaikan total sistem drainase. Ketiga, solusi jangka panjang bagi warga terdampak parah, termasuk kemungkinan relokasi,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Durian Lokal Jember Naik Kelas! Riset Ungkap Potensi Varietas Eksklusif di Lereng Argopuro dan Raung
​PC GP Ansor Jember Dilantik! Izzul Ashlah Ajak Tirakat dengan Pikiran Luas
Lewat TBA, Gus Lilur Siap Penuhi Kebutuhan 9 Pabrik Kalsium Karbonat di Jatim
Sambut HUT Partai ke-53, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Khotmil Qur’an dan Santunan Yatim Piatu
Ribuan Pekerja Perkebunan Gelar Aksi Damai Soroti Konflik JCE–Blawan
Penerbitan IUP Pertambangan Pasir Laut Jadi Rebutan KKP dengan ESDM, Owner Kabantara Grup Beberkan Penjelasannya
Jalinan Harmoni Antar Umat Beragama, Satkoryon Banser Umbulsari PAM di Gereja Sidorejo
Menteri ESDM Sedang Prioritaskan IUP, Kabantara Grup Siap Kuasai Bauksit Indonesia

Baca Lainnya

Sunday, 25 January 2026 - 19:52 WIB

Durian Lokal Jember Naik Kelas! Riset Ungkap Potensi Varietas Eksklusif di Lereng Argopuro dan Raung

Saturday, 24 January 2026 - 12:34 WIB

​PC GP Ansor Jember Dilantik! Izzul Ashlah Ajak Tirakat dengan Pikiran Luas

Friday, 23 January 2026 - 13:14 WIB

Lewat TBA, Gus Lilur Siap Penuhi Kebutuhan 9 Pabrik Kalsium Karbonat di Jatim

Friday, 9 January 2026 - 21:12 WIB

Sambut HUT Partai ke-53, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Khotmil Qur’an dan Santunan Yatim Piatu

Tuesday, 6 January 2026 - 15:55 WIB

Ribuan Pekerja Perkebunan Gelar Aksi Damai Soroti Konflik JCE–Blawan

TERBARU

Foto: Istimewa.

News

16 Wilayah Kabupaten Jember Diterjang Banjir, 2 Titik Longsor

Wednesday, 28 Jan 2026 - 23:07 WIB

Genangan air membanjiri di salah satu wilayah depan rumah warga Jember. (Foto: Sigit/Frensia).

News

Banjir di Jember Sasar Rumah Warga dan Sebabkan Motor Mogok

Wednesday, 28 Jan 2026 - 19:30 WIB

Polisi saat melakukan olah TKP. (Foto:Istimewa).

Criminalia

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan di Kalisat Terancam 9 Tahun Penjara

Wednesday, 28 Jan 2026 - 12:37 WIB

Foto: Istimewa.

Criminalia

Penjelasan Ketua RW Soal Pembacokan Sebabkan 1 Tewas di Kalisat Jember

Wednesday, 28 Jan 2026 - 12:31 WIB