Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar Jember Terendam Banjir, Satgas Tata Ruang Soroti Pengembang Nakal

Friday, 13 February 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Tata Ruang Kabupaten Jember saat di lokasi Perumahan Villa Indah, Tegal Besar, Kaliwates. (Foto: Sigit/Frensia).

Satgas Tata Ruang Kabupaten Jember saat di lokasi Perumahan Villa Indah, Tegal Besar, Kaliwates. (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id – Sebanyak 18 rumah di perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, kembali terendam banjir akibat hujan deras-tingginya debit air.

Masalah menahun ini diduga kuat bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak dari kebijakan pengembang yang tidak bertanggung jawab.

Lurah Tegal Besar, Maria Hardajanti, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang cukup parah setelah kejadian serupa pada tahun 2021.

Menurutnya, upaya warga untuk mencari solusi sebenarnya sudah dilakukan melalui jalur legislatif, namun pihak pengembang terkesan tidak kooperatif.

“Kemarin sudah dua kali ke DPR. Informasi dari Pak RT dan RW, pada pertemuan pertama pengembang datang, tapi pada undangan kedua mereka tidak hadir,” katanya, Jum’at (13/2/2026).

Baca Juga :  LBH PB PMII Dampingi Korban Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investor KoinWorks

Maria berharap kehadiran Satgas Tata Ruang Kabupaten Jember dapat menjadi titik terang bagi warga yang selama ini dirugikan. Terutama dalam memediasi antara pengembang dengan warga.

“Saya berharap dengan kehadiran Satgas Tata Ruang ini bisa memediasi antara pengembang dengan warga di sini biar cepat selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Tata Ruang Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi saat meninjau lokasi menegaskan, bahwa kondisi yang menimpa warga Tegal Besar tidak bisa dikategorikan sebagai bencana alam murni. Dia menengarai ada kesalahan kebijakan dari pihak pengembang yang memicu terjadinya banjir.

Baca Juga :  Ribuan Massa Aksi Dukung Program MBG Terdiri dari Pedagang Hingga Kades

Pasalnya, letak perumahan berdiri di bantaran sungai. Sekitar 10 meter dari bibir sungai.

“Ini bukan musibah, tetapi ini akibat dari kebijakan seseorang. Oleh karena itu, Gus Bupati (Muhammad Fawait) berpihak pada korban dan ini tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, Satgas akan mengambil jalur moderat melalui musyawarah antar pihak. Kata dia, Satgas akan memanggil pengembang untuk melakukan komunikasi formal sebagai fasilitator musyawarah.

“Kami tetap mengutamakan solusi non-litigasi yang menguntungkan warga terdampak. Jika mediasi buntu, keputusan untuk membawa kasus ini ke jalur litigasi, sepenuhnya berada di tangan Bupati Fawait,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Upgrading Bertema Analisis Sosial, Satkoryon Banser Umbulsari menghadirkan Instruktur Nasional PD-PKPNU
Anak SD Hilang di Jember Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Sawah
Bank Jatim Kalisat Beroperasi Lagi, Hadirkan Aplikasi JConnect Versi Terbaru
Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri
Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren
Harapan Susmiadi untuk Perupa Jember usai Karyanya Dipamerkan pada Muharram Art Fest
PC GP Ansor Kencong Gelar Muharram Art Fest untuk Bangkitkan Eksistensi Perupa Jember
Inovasi Bank Sampah Kencong Jember: Sulap Plastik Bekas untuk Pembayaran Pajak hingga Tangani Stunting

Baca Lainnya

Wednesday, 29 July 2026 - 12:04 WIB

Upgrading Bertema Analisis Sosial, Satkoryon Banser Umbulsari menghadirkan Instruktur Nasional PD-PKPNU

Tuesday, 28 July 2026 - 13:56 WIB

Anak SD Hilang di Jember Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Sawah

Monday, 27 July 2026 - 18:44 WIB

Bank Jatim Kalisat Beroperasi Lagi, Hadirkan Aplikasi JConnect Versi Terbaru

Thursday, 23 July 2026 - 20:35 WIB

Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri

Monday, 20 July 2026 - 22:55 WIB

Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading