Frensia.Id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meluncurkan program PETA CINTA (Pelayanan Tuntas Cetak KTP) di kantor Kecamatan Jenggawah, Senin (5/1/2026).
Program tersebut agar masyarakat Jember bisa mengurus administrasi kependudukan di Kecamatan masing-masing.
Bupati Jember, Muhammad Fawait menyampaikan, bahwa langkah ini diambil setelah melakukan evaluasi terhadap kendala layanan yang dialami warga di wilayah pelosok. Mereka harus menempuh perjalanan hingga dua jam menuju pusat kota.
“Mulai hari ini, warga tidak perlu lagi ke kantor Dispendukcapil di kota. Cukup datang ke kantor kecamatan masing-masing,” katanya, Senin (5/1/2026).
Selanjutnya kata dia, berdasarkan evaluasi, Kabupaten Jember mengalami masalah kekurangan blangko KTP yang signifikan. Sejak tahun 2019 hingga tahun 2025 kemarin.
“Tercatat ada sekitar 66.000 warga yang permohonannya tertunda karena ketersediaan blangko yang tidak mencukupi selama periode tersebut,” ujarnya.
“Sebagai komitmen nyata, pada akhir tahun 2025, Pemkab Jember berhasil melakukan pengadaan sebanyak 68.000 blangko KTP. Dengan jumlah ini, secara teori tidak boleh ada lagi masyarakat yang terkendala masalah ketersediaan blangko di Kabupaten Jember,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran operasional mulai awal tahun 2026 ini, Pemkab Jember telah menyiagakan dua petugas yang ditempatkan di setiap kantor kecamatan untuk membantu warga. Selain itu, sarana dan prasarana juga akan dilengkapi oleh Pemkab Jember.
“Sarana prasarana lengkap, termasuk mesin pencetak, tinta, dan perangkat pendukung lainnya yang kini sudah tersedia di setiap kecamatan (kecuali wilayah kota yang aksesnya sudah dekat dengan kantor pusat),” paparnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu berharap, adanya pelayanan program Peta Cinta ini bisa mempermudah pelayanan adminduk masyarakat pelosok. Serta bisa menghilangkan rasa ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat pinggiran yang selama ini susah dan jauh untuk mengurus adminduk.
“Melalui program Peta Cinta ini, Pemkab Jember berharap rasa ketidakadilan layanan yang selama ini dirasakan masyarakat pelosok dapat terhapuskan dengan layanan yang lebih dekat, cepat, dan gratis,” tandasnya.







