Frensia.id- Mie Apong adalah salah satu kuliner legendaris di Jember. Sudah puluhan tahun berdiri, namun tetap diminati. Terkuak, faktornya yang mempengaruhi telah diteliti oleh beberapa akademisi.
Pada tahun 1967, sebuah mie yang akhirnya melegenda di Jember lahir. Mie apong Sampoerna namanya.
Hingga hari ini, Mie Apong terus diminati pelanggannya. Saat ini bolehlah disebut, Mie ini jadi ikon kuliner Kota Jember.
Kekhasannya, tekstur lembut dan ketebalannya, lekang dan menjadi favorit di hati banyak orang.
Terbukti, saat ini sudah berdiri 8 gerai mie apong di Kota Jember dan sekitarnya. Tentu hal demikian menegaskan bahwa mie apong tetap menjadi primadona bagi para pecintanya. Masih menggoda lidah dan memanjakan seleranya.
Lantas apa faktor yang membuatnya tetap diminati?
Salah satu penelitian telah mengungkapnya. Seorang akademisi bernama Willy Oktaf Wijaya menelisik faktor yang mempengaruhi para konsumen membeli Mie Apong.
Karya tersebut diterbitkan dalam Sipora Polije. Terpublis tahun 2023.
Menurutnya, para pelanggan Mie Apong memutuskan membeli tidak karna lokasi Bahkan Promosinya. Tapi, karna harga, produk dan prilaku konsumen sendiri.
Jadi dimanapun lokasi mie apung berada, tetap akan dicari para pencintanya. Mereka telah memiliki ketergantungan pada mie apung.
Begitupun tanpa promosi,mie apung telah cukup dikenal oleh masyarakat. Sehingga, tanpa diperkenalkanpun para pelanggan akan menghampirinya.
Hal yang mempengeruhi hanya ada tiga. Pertama, harga. Harga Mie Apong masih lebih murah ketimbang kuliner mie lainnya untuk mencicipi, hanya mengeluarkan sekitar 10-15.
Harga tersebut tentu relatif cukup murah. Sebab beberapa mie lain harganya berkisar diantara 12-50 ribu.
Kedua, kualitas produk. Produk mie apong memang sangat unik memadukan penyajian moderen dan bumbu tradisional. Jika dicicipi sangat enak dan berbeda dengan mie lainnya.
Rasa yang unik tersebut mampu melahirka kekhasan. Pencinta kekhasannya tak akan pernah rela mengganti dengan mie lainnya.
Ketiga, perilaku konsumen. Pada aspek ini, yang ternyata membuat mereka tetap setia menjadi pelanggan Mie Apong adalah kerena pengalaman sendiri.
Perilaku konsumen berhubungan dengan pengalaman dan pengetahuannya sendiri. Para pelanggan Mie Apong memilih karena menyadari benar-benar enak san pantas di lidahnya. (‘)