Frensia.Id– Seorang pria berinisial JW (53) ditemukan hanyut di sungai dalam keadaan meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di sungai anak bedadung (aliran sungai sekitar dam torpedo) Dusun Krajan, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember.
Kanit Reskrim Polsek Wuluhan, AIPTU Sugiyanto, menyampaikan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban sendirian dari rumahnya menuju sungai untuk mencari kepiting. Saat itu cuaca sedang hujan serta jalanan juga licin di sepanjang bantaran sungai.
“Korban kami duga terpeleset kemudian terjatuh kedalam sungai sampai meninggal dunia,” katanya, Rabu (14/1/2026).
Selanjutnya kata dia, warga yang pertama kali menemukan korban adalah Ashari, seorang penjaga sungai dam torpedo. Saat itu dia melihat korban dalam kondisi mengapung di sungai.
“Awalnya kemarin itu, seorang penjaga sungai bernama Ashari melihat korban sudah dalam kondisi mengapung di sungai. Setelah itu dia memberitahukan ke perangkat desa lalu melapor ke Polsek Wuluhan,” ujarnya.
Sugiyanto menambahkan, saksi bersama masyarakat bersama personel Polsek Wuluhan mengevakuasi korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Warga mengenali wajahnya ternyata adalah warga Dusun Sumberjo, Dusun Glundengan.
Saat diserahkan ke keluarganya, mereka menolak untuk dilakukan autopsi. Serta bersedia membuat surat pernyataan bahwa meninggalnya korban adalah murni musibah.
“Korban segera dibawa menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” paparnya.
“Ditubuh korban tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan. Sehingga keluarga korban menganggap bahwa meninggalnya korban adalah murni musibah,” tandasnya.







