Sergey Lavrov Menlu Rusia Afirmasi Usulan Perdamaian Garapan China, Nilai Tiongkok Berhasil Susun Logika Spesifik Konflik

Tuesday, 2 April 2024 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sergey Lavrov - Menteri Luar Negeri Rusia, Petinggi Partai Rusia Bersatu.

Sergey Lavrov - Menteri Luar Negeri Rusia, Petinggi Partai Rusia Bersatu.

Frensia.id – Sergey Viktorovich Lavrov, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia mengafirmasi usulan perdamaian garapan tiongkok.

Dilansir dari interviewnya bersama Izvetia Multimedia Information Centre di Moscow pada 28 Maret 2024, ia sempat menilai bahwa china terlalu normatif dalam memandang konflik.

Sebelumnya, saat konflik Rusia-Ukraina genap satu tahun tak selesai, Menlu China mengusulakn 12 poin perdamaian untuk menjawab krisis yang terjadi di Ukraina, tepatnya pada 24 Februari 2023.

12 poin usulan tersebut diantaranya adalah: Menghormati kedaulatan semua negara (1), meninggalakn mentalitas perang dingin (2), menghentikan permusuhan (3), melanjutkan pembicaraan damai (4), menyelesaikan krirsis kemanusiaan (5), melindungi warga sipil dan tawanan perang (6), menjaga keamanan pembangkit listrik tenaga nuklir (7), mengurangi risiko strategis (8), memfasilitasi ekspor gabah (9), menghentikan sanksi sepihak (10), menjaga stabilitas industri dan rantai pasok, (11) serta mempromosikan rekonsturksi pascakonflik (12).

When China published its 12 item plan on settling the conflict in Ukraine in February 2023, we positively reacted to it. (Ketika Tiongkok menerbitkan 12 item rencana penyelesaian konflik di Ukraina pada Februari 2023, kami bereaksi positif terhadap rencana tersebut,” tutur Sergey.

Baca Juga :  Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Menlu Rusia ini juga menganggap bahwa Tiongkok telah berhasil menarik logika konflik umum menuju logika konflik spesifik.

Baginya, usulan perdamaian tersebut telah didasarkan pada analsis alasan terjadinya peristiwa tersebut, serta kebutuhan untuk menghapusnya.

Namun, Sergey memberi keterangan khusus bahwa hal tersebut harus disusun berbeda dengan upaya diplomatis Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, yang menurutnya tidak masuk akal.

“…This Chineses document was based on the analysis of the reasons of the event and the need to remove them as distinct form Vladimir Zelenskys diplomaticallyi insane formula,” ungkapnya saat diwawancarai.

Memang salah satu poin usulan tersebut menyinggung ‘kurangnya ketertiban’ dalam keamanan Eropa dan dunia.

Baca Juga :  Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

Sergey mengafirmasi bahwa kurangnya ketertiban tersebut terletak pada kegagalan untuk mematuhi piagam PBB, karena di situ lah posisi Rusia.

Sergey mengatakan bahwa untuk mentaati semua prinsip PBB, jelas tidak hanya mencabut salah satu ketentuannya yang merugikan ketentuan lainnya.

Petinggi partai Rusia Bersatu ini mengafirmasi jelas bahwa dokumen usulan Tiongkok tersebut begitu rasional, karena ia juga menyoroti setiap sanksi sepihak yang dilakukan secara aktif oleh Barat, yang telah jauh dilakukan sebelum operasi militer.

On this foundation, it is necessaryto come to terms on ensuring equal security for all participants in the process. This is our position. (Atas dasar ini, kita perlu mencapai kesepakatan untuk memastikan keamanan yang setara bagi semua peserta dalam proses tersebut. Ini adalah posisi kami),” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Sekda Jember Angkat Bicara Soal ASN yang Bolos Kerja Malah Naik Jabatan
Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset
Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya
Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren
Kirab Ancak Agung Jember Pecahkan 2 Rekor MURI Sekaligus
Semarak Pawai Ancak Agung di Jember, Gus Fawait Bawa Pesan Toleransi dan Kemanusiaan
Frensia Institute: Buku “Presiden Solusi” Banjir Pemberitaan, Tapi Minim Uji Independen
Komisi A DPRD Jember Minta Inspektorat & BKPSDM Periksa ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan

Baca Lainnya

Wednesday, 26 August 2026 - 14:33 WIB

Sekda Jember Angkat Bicara Soal ASN yang Bolos Kerja Malah Naik Jabatan

Wednesday, 26 August 2026 - 09:15 WIB

Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Wednesday, 26 August 2026 - 08:56 WIB

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 August 2026 - 08:43 WIB

Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Sunday, 23 August 2026 - 13:40 WIB

Kirab Ancak Agung Jember Pecahkan 2 Rekor MURI Sekaligus

TERBARU

Gambar Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset (Sumber: Grafis Frensia)

Educatia

Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Wednesday, 26 Aug 2026 - 09:15 WIB

Gambar Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya(Sumber: Grafis Frensia)

Educatia

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 Aug 2026 - 08:56 WIB

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di lokasi kejadian (Foto: Tangkapan layar dari video warga setempat).

News

Ditinggal Bepergian, Rumah Warga di Jember Ludes Terbakar

Tuesday, 25 Aug 2026 - 20:55 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading