Teliti Geografis Alas Bayur, Tim Peneliti UNEJ Pernah Rekomendasikan Penguatan Akses Kesehatan

Sunday, 21 July 2024 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Pembangunan Transportasi Alas Bayur (Istimewa)

Gambar Pembangunan Transportasi Alas Bayur (Istimewa)

“The location of Alas Bayur Village, which is far from the Puskesmas and facilities and infrastructure that are still difficult, causes the number of births in this village to tend to be low”

_Akademisi UNEJ

Frensia.id- Teliti Alas Bayur, Situbondo, tim peneliti dari Univeristas Negeri Jember (UNEJ) pernah rekomendasikan akses layanan kesehatan. Hal demikian dilakukan saat mengkaji data geografis sejumlah daerah di kecamatan Mlandingan.

Sebagaimana diberitakan Frensia.id sebelumnya, Alas Bayur adalah merupakan salah satu yang disebut-sebut sebagai puncak kabupaten Situbondo. Wilayah ini memiliki kondisi alam yang eksotis.

Setiap sisi, secara geografis menawarkan eksotisme alam yang indah. Ada banyak daerah yang memiliki potensi untuk dijadikan aset wisata.

Namun bukan hanya indah, daratannya hanya terdiri dari lereng, bukti dan pegunungan. Jadi nyaris tak ada, daratan yang datar.

Transportasi umum sebab seluruh wilayah berada jauh dari jalan utama lalu lintas. Bahkan tidak hanya itu, pasokan listrik masih terbatas, maklum listrik baru masuk beberapa tahun terakhir.

Selain itu dari pantauan Frensia.id, pusat pemerintah desa berada di puncak gunung. Untuk berkunjung ke pusat pemerintahannya, perlu menaiki naik turun gunung.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Karton Tabrak Scoopy di Wongsorejo Banyuwangi, Pemotor Meninggal

Walaupun kondisi jalannya telah di aspal dan sebagian di paving, kondisi yang amat curam tidak memungkin sembarang orang dapat berkunjung ke desa ini.

Hal demikian yang juga disebutkan menjadi kendala akses fasilitas umum dari pemerintah sangat rendah di Ala Bayur. Utamanya, akses layanan kesehatan.

Sejumlah akademisi UNEJ, yang berasal dari fakultas Geography Education Study Program, pernah fokus mengkaji data geografis Alas Bayur. Mereka adalah Sofi Chorina Ramadhani, Sri Astutik, Fahrudi Ahwan Ikhsan dan Era Iswara Pangastuti.

Dalam penelitian yang telah terbit pada Majalah Pembelajaran Geografi tahun 2020 lalu, mengurai data-data geografis untuk memberikan rekomendasi strategi pengembangan masyarakat. Fakta yang mereka ungkap cukup mengkhawatirkan.

Salah satu yang diungkap adalah membandingkannya desa Silomukti yang sama-sama ada di Kecamatan Mlandiangan. Menurut mereka,  angka kelahirannya sangat timpang.

Selomukti memiliki angka kelahiran cukup tinggi, sedangkan Desa Alas Bayur sangat rendah. Yang menyebabkan hal demikian terjadi tentu karena “kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan terdekat.”

Baca Juga :  Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi

Selain Kecamatan Mlandingan yang masih belum memiliki rumah sakit dianggap belum memadai guna melakukan persalinan, juga karena Alas Bayur secara goografis mengkhawatirkan.

Satu-satunya akses layanan kesehatan, hanya ada di puskesmas yang terletak jauh dari mereka, yakni di Mlandingan Kulon. Ditambah lagi, sarana dan prasarana yang masih kurang memadai di Alas Bayur cukup mengancam dan terus memperendah angka kelahiran.

Warga Desa Alas Bayur dimungkinkan menghadapi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan yang diperlukan untuk persalinan, sehingga banyak yang mungkin memilih untuk menunda atau bahkan tidak melanjutkan kehamilan. Tentu yang demikian brbeda dengan Desa Selomukti yang relatif lebih mudah menerima layanan kesehatan.

Jaraknya yang lebih dekat dan sarana transportasi, lebih memungkinkan warga Desa Selomukti mendapatkan perawatan kesehatan terutama dalam hal kehamilan dan persalinan. Berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat Alas Bayur.

Temuan ini oleh mereka dijadikan dasar untuk memberikan rekomendasi pada sejumlah pihak, termasuk pemerintah. Dalam pandangannya, kebijakan penguatan layanan kesehatan perlu didasarkan pada data-data geografis. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Guncang Banyuwangi, Slank dan HS Buktikan Musik Mampu Jadi Motor Gerak Ekonomi Akar Rumput
Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal
Hari Sumpah Pemuda 2026, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Aksi Resik Kali Sungai Kalimati Muncar
Latma Garuda Shakti 2026 Dimulai, Prajurit Indonesia-India Asah Kemampuan Tempur di Banyuwangi
Peduli! NU Care-LAZISNU PCNU Bondowoso Salurkan Bantuan Pada Korban Gempa Bumi NTT
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Unik! Wakil Sekretaris PCNU Situbondo Peringati HSN Dengan Panjat Tiang Bendera
Truk Bermuatan Karton Tabrak Scoopy di Wongsorejo Banyuwangi, Pemotor Meninggal

Baca Lainnya

Sunday, 1 November 2026 - 16:14 WIB

Guncang Banyuwangi, Slank dan HS Buktikan Musik Mampu Jadi Motor Gerak Ekonomi Akar Rumput

Thursday, 29 October 2026 - 21:40 WIB

Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal

Wednesday, 28 October 2026 - 19:44 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Aksi Resik Kali Sungai Kalimati Muncar

Wednesday, 28 October 2026 - 19:40 WIB

Latma Garuda Shakti 2026 Dimulai, Prajurit Indonesia-India Asah Kemampuan Tempur di Banyuwangi

Sunday, 25 October 2026 - 11:51 WIB

Peduli! NU Care-LAZISNU PCNU Bondowoso Salurkan Bantuan Pada Korban Gempa Bumi NTT

TERBARU

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, saat memberikan dokumen resmi kajian ilmiah terkait rekomendasi dalam muatan Rancangan Peraturan Daerah Ketentraman dan Ketertiban Umum (Raperda Trantibum), pada Komisi A DPRD Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

MUI Jember Desak DPRD Pertegas Penegakan Peraturan Sound Horeg

Thursday, 5 Nov 2026 - 16:50 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading