Tujuh Catatan Etika Prof. Franz Magnis Suseno

Rabu, 3 April 2024 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Prof. Magnis Suseno, seorang budayawan, rohaniawan dan guru besar filsafat khusus filsafat etika karyanya tentang etika seperti Etika Politik, Etika Dasar, Etika Jawa, 12 Tokoh Etika Abad Ke 20, Etika Kebangsaan Dan Etika Kemanusiaan.

Dalam sengketa pilpres 2024, Romo Magnis (sapaan akrabnya) sebagai saksi ahli memberikan catatan penting etika kaitannya dengan pilpres 2024 sebagaimana berikut:

Catatan Pertama, Etika

Etika yang dimaksud ajaran dan keyakinan tentang baik dan tidak baik sebagai kualitas manusia sebagai manusia. Etika membedakan manusia dan binatang. Binatang hanya mengikuti naluri-naluri alami tetapi manusia sadar naruliah hanya boleh diikuti apabila baik dan bukan tidak baik. Apakah seseorang itu baik atau buruk diukur apakah ia hidup secara etis atau tidak.

Catatan Kedua, Hukum

Tuntutan paling dasar etika sejak ribuan tahun dituangkan manusia kedalam ketentuan-ketentuan hukum misalnya larangan menyiksa orang lain. Jadi tidak memperhatikan hukum dengan sendirinya melakukan pelanggaran etika.

Catatan ketiga, Etika dan hukum

Agar manusia dinilai baik secara etis tidak cukup ia tidak melanggar hukum. Etika menuntut lebih yaitu agar manusia selalu juga apabila ada tidak ketentuan hukum harus berbaik hati, jujur, bersedia memaafkan, adil, bertanggungjawab dan seterusnya.

Baca Juga :  PKB Jember Optimis Reaktivasi Bandara Notohadinegoro Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah

Catatan Keempat, Etika dan Penguasa

Apalagi itu berlaku bagi seorang penguasa misalnya presiden tidak cukup ia tidak melanggar hukum. Seorang Presiden dituntut lebih, Presiden begitu berkuasa, ia bisa memberi perintah, menentukan keselamatan, kegagalan hidup dan mati seseorang.

Agar kita mempercayakan diri pada tangan begitu berkuasa, agar kita merasa aman dengan dia seorang Presiden harus membuktikan diri seorang yang baik, berwawasan kebangsaan, bijaksana, jujur dan adil. Dari seroang penguasa tertinggi dituntut harus dituntun standard etika yang tinggi.

Catatan Kelima, Etika dan Presiden

Presiden adalah penguasa atas seluruh masyarakat. Oleh karena itu ada hal yang khusus yang dituntut daripadanya dari sudut etika. Ia harus menunjukkan kesadaran bahwa yang menjadi tanggungjawabnya adalah keselamatan seluruh bangsa.

Segala kesan bahwa ia misalnya menggunakan memakai kekuasaannya demi keuntungannya sendiri atau demi keuntungan keluarganya adalah fatal. Maka seorang presiden harus milik semua, buka milik mereka yang memilihnya. Kalaupun ia berasal dari salah satu partai begitu ia menjadi presiden segenap tindakannya harus demi keselamatan semua.

Baca Juga :  NasDem Copot Sahroni & Nafa Urbach dari DPR, DPW Jatim: Semoga Memberikan Ketenangan

Catatan Keenam, Etika dan Pemilu

Yang sekurang-kurangnya dituntut dari sudut suatu pemilu secara etis tentu juga secara hukum adalah agar seluruh prosesnya, persiapannya, pelaksanaannya serta pemastian hasilnya menjamin bahwa setiap warga dapat memilih apa yang mau dipilihnya. Bahwa hasil pemilu persis apa yang dipilih oleh para pemilihnya sendiri.

Catatan Ketujuh, Kegawatan Pelanggaran Etika

Filosofi Immanuel kan memperlihatkan bahwa masyarakat akan menaati perintah dengan senang apabila pemerintah bertindak dengan atas dasar hukum yang berlaku dan hukum berlaku adalah adil dan bijaksana.

Apabila penguasa tidak bertindak tidak dasar hukum dan tidak kepentingan seluruh masyarakat melainkan memakai kuasanya untuk menguntungkan kelompok, kawan dan keluarganya sendiri. Motivasi masyarakat mentaati hukum akan hilang. Nagara hukum merosot dan menjadi negara kekuasaan dan mirip dengan kekuasaan sebuah mafia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

NasDem Copot Sahroni & Nafa Urbach dari DPR, DPW Jatim: Semoga Memberikan Ketenangan
Legislator PDIP Soroti Ketahanan Pangan, Tekankan Pentingnya Lahan Produktif
Sapa Masyarakat, Legislator Edi Cahyo Purnomo Soroti Keseimbangan Pembangunan dengan Kepentingan Rakyat
Sapa Masyarakat, Legislator David Handoko Seto Soroti Masalah Drainase-Infratruktur di Jember
Sapa Masyarakat, Legislator Agung Budiman Sebut Pembangunan Infrastruktur Pondasi Kemajuan Bangsa
Alasan Salah Satu Anggota DPRD Jember Tak Gunakan Dana Sosialisasi Raperda
Masyarakat Jember Against Corruption Gelar Aksi Damai di DPRD dan Kejari
Legislator Gus Rivqy Minta Pemerintah Berantas Mafia Gula Rafinasi dan Perbaiki Tata Kelola

Baca Lainnya

Minggu, 31 Agustus 2025 - 13:06 WIB

NasDem Copot Sahroni & Nafa Urbach dari DPR, DPW Jatim: Semoga Memberikan Ketenangan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 19:35 WIB

Legislator PDIP Soroti Ketahanan Pangan, Tekankan Pentingnya Lahan Produktif

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 19:05 WIB

Sapa Masyarakat, Legislator Edi Cahyo Purnomo Soroti Keseimbangan Pembangunan dengan Kepentingan Rakyat

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:00 WIB

Sapa Masyarakat, Legislator David Handoko Seto Soroti Masalah Drainase-Infratruktur di Jember

Kamis, 28 Agustus 2025 - 14:20 WIB

Sapa Masyarakat, Legislator Agung Budiman Sebut Pembangunan Infrastruktur Pondasi Kemajuan Bangsa

TERBARU

Gambar

Educatia

Gerakan PMII Cabang Jember Bukan Ruang Fomo

Minggu, 31 Agu 2025 - 16:41 WIB