Elbridge Colby Prihatin terhadap Strategi Keamanan AS

Wednesday, 13 November 2024 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "Elbridge Colby Prihatin Terhadap Strategi Keamanan AS" sumber edit by Frensia

Frensia.id – Elbridge Colby, Mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS menyatakan keprihatinannya terhadap strategi keamanan nasional AS.

Sebagaimana pernyataan yang disampaikan Elbridge Colby dalam wawancara dengan Tucker Carlson pada 11 November 2024.

Colby mengkritik kebijakan luar negeri yang dianggapnya berpotensi menjerumuskan Amerika Serikat ke dalam konflik multipolar, terutama dengan melibatkan diri dalam perang Ukraina dan ketegangan di kawasan Asia-Pasifik.

Menurut Colby, anggapan bahwa AS dapat melemahkan militer Rusia dan memperkuat industri pertahanannya secara bersamaan adalah ilusi.

Ia menyatakan bahwa militer Rusia telah berkembang lebih kuat dan berpengalaman dalam pertempuran, terutama setelah konflik dengan Ukraina.

“Militer Rusia lebih besar dan lebih terlatih. Kenyataannya, kita belum pernah berperang melawan musuh yang sepadan sejak Perang Dunia Kedua,” ujar Colby.

Baca Juga :  Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Ia juga mengungkapkan bahwa kekuatan militer Rusia telah diakui oleh Jenderal Cavoli, Panglima Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR).

Colby mengkhawatirkan keterlibatan AS di Ukraina dapat mengalihkan fokus dari ancaman yang lebih signifikan, yakni China.

“China sejauh ini merupakan penantang paling tangguh, dengan PDB sepuluh kali lipat lebih besar dari Rusia,” kata Colby tanggal 11/11/2024.

Ia menerangkan, militer China sedang dipersiapkan untuk kemungkinan perang di Taiwan pada tahun 2027, sesuai instruksi Presiden Xi Jinping, sebagaimana dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Tony Blinken.

Colby juga mengkritik kebijakan AS yang dinilai terlalu konfrontatif terhadap pemimpin negara lain seperti Presiden Xi dan Presiden Putin. Menurutnya, diplomasi dan dialog yang lebih damai harus dikedepankan.

“Di sinilah menurut saya Presiden Trump benar, bersedia berbicara dengan Presiden Xi, tidak menghina mereka secara tidak perlu, tidak mendukung hal-hal seperti kemerdekaan Taiwan, dan di saat yang sama, bersiap untuk bersikap kuat,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

Colby menegaskan bahwa fokus utama AS seharusnya pada China dengan pendekatan damai, seperti strategi dalam Perang Dingin.

“Kita tidak akan melewati batas seperti yang dilakukan Eisenhower di Hungaria atau di Cekoslowakia pada 1968, namun kita juga harus siap untuk mempertahankan wilayah kita,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, Colby menekankan pentingnya menghindari keterlibatan AS dalam konflik yang tidak sesuai dengan kepentingan nasional rakyat Amerika.

“Saya harap kita tidak mengulangi kesalahan yang sama, yaitu memulai perang di mana-mana yang tidak mampu kita biarkan,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem
Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia
Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia
Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah
Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel
Imigrasi Siaga di Bandara Internasional Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
Elon Musk Berani! Akan Biayai Proses Hukum Pihak Yang Siap Ungkap Kasus Epstein
Nobody’s Girl, Buku Korban Epstein Yang Telah Bunuh Diri

Baca Lainnya

Friday, 3 April 2026 - 22:29 WIB

Paus Leo XIV Gemakan Seruan “Raja Damai” di Misa Minggu Palma, Diwarnai Insiden Pencegatan Kardinal di Yerusalem

Monday, 16 March 2026 - 13:07 WIB

Faktor Kesehatan, Jurgen Habermas Mengurungkan Diri Berkunjung ke Indonesia

Thursday, 5 March 2026 - 09:09 WIB

Perang Amerika-Israel Melawan Iran Memanas, Akademisi HI UNEJ Soroti Dampak Terhadap Ekonomi Indonesia

Wednesday, 4 March 2026 - 19:30 WIB

Akademisi HI UNEJ Sebut Konflik Amerika-Israel ke Iran Jadi Penentu Masa Depan Timur Tengah

Tuesday, 3 March 2026 - 21:24 WIB

Tiada Pemenang di Tengah Reruntuhan: Kemanusiaan yang Terabaikan di Perang Iran–Israel

TERBARU