Cerita Orang Tua Saat Anaknya Keracunan Setelah Santap Menu MBG

Friday, 22 May 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu orang tua yang anaknya keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) (Foto: Istimewa).

Salah satu orang tua yang anaknya keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Kepanikan melanda sejumlah wali murid taman kanak-kanak (TK) di Jember, Jawa Timur. 18 anak di Kecamatan Kaliwates diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menu tersebut diketahui berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 3. Salah satu korban yang harus dilarikan ke rumah sakit adalah Kirani Sabita Putri Marwah (4), siswi PAUD Aster 29 yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kaliwates.

Anak dari pasangan warga Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB) ini terpaksa menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kaliwates. Dia mengalami gejala muntah-muntah dan diare usai mengonsumsi makanan dari sekolahnya tersebut.

Ibunda Kirani, Hasna Wulandari, menceritakan awal mula kepanikannya. Saat kejadian, Hasna sedang bekerja dan mendapat laporan dari ibunya yang menjaga Kirani di rumah bahwa sang anak mendadak muntah berkali-kali.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru

“Di rumah itu muntahnya sudah enggak bisa ditoleransi, berapa kalinya enggak tahu. Kalau diarenya dua kali,” katanya, Jum’at (22/5/2026).

Kondisi Kirani terus memburuk karena setiap kali diberi minum, dia langsung memuntahkannya kembali. Tubuhnya mulai lemas dan ia terus mengeluh kehausan.

Karena khawatir, keluarga langsung melarikan Kirani ke Puskesmas Kaliwates.
Bahkan dalam perjalanan hingga tiba di ruang observasi dokter, Kirani masih terus muntah.

“Padahal dibawa ke sini pun masih muntah-muntah terus sampai semalam,” ujarnya.

Hasna kemudian mencoba mengingat kembali apa saja yang dikonsumsi putrinya sebelum jatuh sakit. Kecurigaannya mengarah pada menu MBG berupa ayam suwir bumbu kuning yang dibagikan di sekolah.

Berdasarkan cerita pengasuhnya, Kirani saat itu makan dengan sangat lahap hingga menghabiskan seluruh porsi yang diberikan.

Baca Juga :  Bantuan IRPOM Pertanian Jadi Alat Pendukung Program Oplah di Jember

“Biasanya tidak habis. Nah, ini kok karena doyan, habis sampai habis,” ungkapnya.

Beruntung, setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi Kirani perlahan mulai membaik. Gejala muntah yang dialaminya mulai berkurang dan diare sudah berhenti sejak malam hari.

Meski demikian, tim medis masih terus melakukan observasi ketat karena kondisi pencernaan Kirani belum sepenuhnya stabil.

“Tadi sudah konsultasi sama dokternya, masih observasi karena perutnya masih enggak stabil,” paparnya.

Ternyata, gejala serupa tidak hanya dialami Kirani. Hasna mengungkapkan anak sulungnya yang ikut mencicipi menu MBG tersebut sempat mengeluh sakit perut, meski tidak sampai muntah ataupun diare.

“Akibat insiden ini, pihak keluarga kami memilih untuk mengistirahatkan kedua anaknya dari aktivitas sekolah hingga kondisi mereka benar-benar pulih total,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dirjen Imigrasi Hendarsam: Zaman Berubah, Hilangkan Budaya Kerja Lama!
Wakil Juru Turap di Jember Tewas Tenggelam di Dam
Warga Mayang Jember Geger Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Singkong
Ipal Jadi Alasan Utama 16 SPPG Jember di Suspend
Bantuan IRPOM Pertanian Jadi Alat Pendukung Program Oplah di Jember
Kerangka Manusia Ditemukan di Gunung Tengu Kalisat Jember
Lansia di Jember Tewas Terbakar di Kamar Akibat Puntung Rokok
Ikuti Arahan Pemkab, BPBD Jember Sulap Sampah Jadi Pupuk

Baca Lainnya

Wednesday, 10 June 2026 - 17:55 WIB

Dirjen Imigrasi Hendarsam: Zaman Berubah, Hilangkan Budaya Kerja Lama!

Tuesday, 9 June 2026 - 21:55 WIB

Wakil Juru Turap di Jember Tewas Tenggelam di Dam

Tuesday, 9 June 2026 - 17:30 WIB

Warga Mayang Jember Geger Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Singkong

Monday, 8 June 2026 - 14:50 WIB

Ipal Jadi Alasan Utama 16 SPPG Jember di Suspend

Sunday, 7 June 2026 - 00:56 WIB

Bantuan IRPOM Pertanian Jadi Alat Pendukung Program Oplah di Jember

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading