Frensia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah meluncurkan ratusan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) pada sektor pertanian.
Hal tersebut disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), saat acara Pro Gus ‘e di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Jember, pada Sabtu (6/6/2026).
Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, bantuan IRPOM tersebut menjadi alat pendukung dari berjalannya program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Kabupaten Jember.
“Dari tahun 2025 sudah banyak yang kita luncurkan. Tahun ini ada 100 unit IRPOM. Ini juga terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember,” kata dia.
Kata dia, dengan IRPOM, lahan sawah kini sudah semakin mudah mendapatkan pengairan.
“Lahan panen kita yang awalnya susah dialiri, akan mudah dialiri dengan adanya program airpom,” tuturnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyoroti bahwa produksi tanaman pada sektor pertanian di Kabupaten Jember cenderung melambat, salah satunya karena infrastrukur yang kurang memadai.
“Hampir 70 persen infrastruktur pertanian kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Selain IRPOM, Gus Fawait juga menyampaikan bahwa ada banyak bantuan pada sektor pertanian di Jember, di antaranya bibit jagung untuk 3.540 hektare, bibit padi, bibit kopi, dan juga bongkar ratun untuk 2.554 hektare.
“Petani kita bukan cuma petani padi dan jagung, tetapi juga ada petani tebu. InsyaAllah kita akan bantu baik bibitnya dan lain sebagainya,” ujarnya.
Tidak hanya bibit, bantuan juga berupa alat produksi pertanian seperti, drone pra panen, traktor roda empat, traktor roda dua berjumlah sekitar 40 sampai 50 unit, hand traktor roda dua, combine harvester, power thresher, dan mesin roasting kopi, yang kemudian akan diserahkan kepada para petani.
Adapun untuk nominal total jumlah bantuan di sektor pertanian, mulai dari bibit, alat produksi, pupuk dan juga perbaikan infrastruktur selama tahun 2025 dan 2026 kurang lebih senilai Rp 312 miliar.






