Nestapa Pak Iwan di Jember: Istri Kanker-Mertua Stroke, Kini Nunggak Kontrakan dan Tak Bisa Beli Gas

Saturday, 11 July 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pak Iwan saat diwawancara di kediaman rumahnya (Foto: Istimewa).

Pak Iwan saat diwawancara di kediaman rumahnya (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Garis nasib belum berpihak pada Kuswantoro (50). Di tengah geliat pusat Kota Jember, pria yang akrab disapa Pak Iwan ini harus menelan pil pahit kehidupan.

Dia bersama istri, dua anak, dan ibu mertuanya kini terjepit di sebuah kontrakan sempit berukuran 5 x 5 meter di Lingkungan Sawahan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.

Beban yang dipikul Pak Iwan tak main-main. Selain harus memutar otak mencari sesuap nasi, ia harus merawat ibu mertuanya yang sudah tiga tahun lumpuh akibat stroke. Ujiannya kian bertubi-tubi karena sang istri, Puji Rahayu Maulidiyah (44), juga sedang berjuang pulih pascaoperasi kanker payudara.

“Tunggakan air sekitar Rp 2,5 juta itu jadi beban pikiran saya. Sampai susah tidur karena belum mampu membayarnya. Saya juga masih menunggak kontrakan rumah,” kata Pak Iwan dengan nada lirih saat ditemui, Jum’at (10/7/2026).

Kehidupan Pak Iwan sejatinya relatif stabil sebelum pandemi Covid-19 menghantam pada 2020 lalu. Kala itu, kata dia, dirinya menyambung hidup dari usaha berjualan telur gulung yang laris manis. Tak hanya itu, ia kerap menjadi sopir lepas yang mengantar pasien rujukan Dinas Sosial Jember ke rumah sakit di Surabaya dan Mojokerto.

Baca Juga :  Kades Rowo Indah Jember Dilaporkan Warganya ke Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Desa

“Namun, saat pandemi seketika menghentikan roda ekonomi kami. Usaha telur gulung saya gulung tikar, dan orderan menyetir pun sepi total,” ujarnya.

Cobaan hidup tak berhenti di situ. Pada tahun 2022, keluarga ini terpaksa menjual rumah milik mertuanya demi membiayai pengobatan sang ayah mertua yang mengidap penyakit jantung koroner. Sayang, nyawa sang ayah mertua tak tertolong.

“Sejak saat itu, kami sekeluarga terpaksa angkat kaki dan tinggal di rumah kontrakan seadanya,” paparnya.

Puncak ujian kembali datang pada September 2025. Sang istri didiagnosis menderita kanker payudara dan harus menjalani dua kali operasi di RSUD dr. Soebandi Jember.

“Beruntung untuk urusan medis, kami terbantu oleh program Universal Health Coverage (UHC) dari Pemkab Jember. Seluruh biaya rumah sakit hingga transportasi klir ditanggung pemerintah,” tambahnya.

Kendati biaya pengobatan gratis, masalah perut dan tempat tinggal justru kian mencekik. Pak Iwan mengaku sudah menunggak uang sewa kontrakan selama 4 bulan.

“Belum lagi tagihan PDAM yang menumpuk hingga Rp 2,5 juta karena setahun tidak dibayar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Damkar Evakuasi Kucing Terjepit di Rumah Warga Jember

Untuk bertahan hidup, Pak Iwan kini melakoni pekerjaan serabutan apa saja. Mulai dari mencuci mobil hingga membantu pekerjaan ringan dengan upah berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

“Kalau ada rezeki ya makan. Kalau tidak ada, ya menunggu. Sekarang saja gas (elpiji) habis dan belum bisa beli,” terangnya.

Demi mencari jalan keluar, Pak Iwan sempat melayangkan aduan melalui program layanan publik Pemkab Jember, “Wadul Guse”. Ia sangat berharap ada keajaiban bantuan untuk melunasi kontrakan rumahnya agar ia bisa fokus mencari modal usaha.

Pak Iwan mengaku sama sekali belum pernah tersentuh bantuan sosial (bansos) reguler dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Usut punya usut, berdasarkan data DTKS, keluarganya masih masuk dalam kategori desil 5, sehingga secara sistem dinilai belum berhak menerima bansos tersebut.

“Saya hanya ingin bisa membayar kontrakan rumah setidaknya untuk satu tahun. Kalau tempat tinggal sudah aman, penghasilan yang saya dapat bisa dipakai membuka usaha lagi. Saya tidak ingin terus bergantung pada bantuan,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, KASAU Dukung Target Swasembada Gula
Pemulung Lansia di Jember Ditemukan Tewas di Sungai Gladak Reboan
Damkarmat Jember Catat 23 Kejadian Kebakaran saat Musim Kemarau dalam Periode Juni-Juli 2026
Tabung Boiler Mesin Setrika Uap Laundry di Jl Mastrip Jember Meledak
Viral Lansia Jember yang Hilang Misterius di Kebun Ditemukan Selamat
Warga Lapor ke Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Desa, Begini Tanggapan Kades Rowo Indah Jember
Kades Rowo Indah Jember Dilaporkan Warganya ke Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Desa
Kepala Dusun Bunder Kirim Surat Bantuan Air Bersih ke BPBD Jember usai Alami Kekeringan

Baca Lainnya

Saturday, 11 July 2026 - 15:02 WIB

Nestapa Pak Iwan di Jember: Istri Kanker-Mertua Stroke, Kini Nunggak Kontrakan dan Tak Bisa Beli Gas

Thursday, 9 July 2026 - 19:52 WIB

Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, KASAU Dukung Target Swasembada Gula

Thursday, 9 July 2026 - 19:47 WIB

Pemulung Lansia di Jember Ditemukan Tewas di Sungai Gladak Reboan

Wednesday, 8 July 2026 - 17:45 WIB

Damkarmat Jember Catat 23 Kejadian Kebakaran saat Musim Kemarau dalam Periode Juni-Juli 2026

Tuesday, 7 July 2026 - 20:38 WIB

Tabung Boiler Mesin Setrika Uap Laundry di Jl Mastrip Jember Meledak

TERBARU

Gambar Yamal Adu Skill dengan Doku (Sumber: Istimewa)

Sportia

Setelah Portugal, Giliran Belgia Yang Dipulangkan Yamal Dkk

Saturday, 11 Jul 2026 - 05:12 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading