Frensia.id – Kepala Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Jember, Hariri, telah berkirim surat untuk meminta bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setelah mengalami kekeringan di wilayahnya.
“Pengajuan suratnya ke BPBD itu kemarin. Tadi sudah nyampe mungkin,” tuturnya, saat dikonfirmasi, pada Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, sekitar 1 hingga 2 hari bantuan air akan dikirimkan oleh BPBD ke rumah warga.
Kata dia, tandon air di depan rumah warga kini memang masih belum terisi air, karena belum tiba musim kemarau.
“Karena kemarin itu kan masih musim penghujan. Air masih ada stok lah di sumur-sumurnya warga,” kata dia.
Lebih lanjut, Hariri merespon terkait rencana akan adanya pembuatan sumur bor di rumah warga oleh pihak pemerintah desa yang tak kunjung terealisasi.
“Kalau sumur bor kurang paham juga, itu kan kebijakannya desa. Itu dulu sempat ngajukan ke desa, tapi kan kewenangannya (kepala) desa,” tuturnya.
Meskipun demikian, pihak warga Dusun Bunder sudah berupaya mengajukan pembuatan sumur bor ke pemerintah desa saat musyawarah desa (musdes).
“Kita pengajuan nggak pengajuan dengan surat, cuma pas Musdes saja. Warga itu minta sumur bor,” kata dia.
Hariri juga menyampaikan jawaban yang diterimanya, saat warga mengusulkan pembangunan sumur bor itu ke pihak kepala desa.
“Pak kepala desa kemarin ya sabar dulu bilangnya seperti itu,” ujarnya.
Dalam kaitannya dengan krisis air bersih tersebut, kata Hariri, pihak Kecamatan Pakusari telah melakukan survei pada sejumlah tandon yang berada di depan rumah warga.
“Tadi sudah survei dari pihak kecamatan. Ngelihat tandon-tandonnya. Dari Kasipem tadi. Mungkin atas arahannya Pak Camat,” tegasnya.
Sementara itu, Frensia telah berupaya menghubungi pihak Kepala Desa Sumber Pinang, Mulyono, melalui sambungan telepon seluler, namun masih belum mendapat respon. (*)






