Warga Desa Ampel Wuluhan Protes soal Pemasangan Patok Tanah dari Ahli Waris Tampina

Friday, 22 May 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Jember, saat memprotes ahli waris tanah Ibu Tampina (Foto: Istimewa).

Sejumlah warga Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Jember, saat memprotes ahli waris tanah Ibu Tampina (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Sejumlah warga Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, memprotes atas pemasangan patok tanah yang dilakukan oleh ahli waris Ibu Tampina, pada Kamis (21/5/2026) kemarin hari.

Perangkat Desa Ampel Kepala Dusun Krajan, Kartiko Bagaswani, menjelaskan bahwa kericuhan antara pemerintah Desa Ampel dan warga dengan ahli waris tanah tersebut, dikarenakan pemasangan patok tepatnya di batas tanah kas desa yaitu Desa Lojejer dan Desa Ampel.

“Di situ, ahli waris Ibu Tampina dia mengeklaim, bahwasanya tanah tersebut itu milik ahli waris Ibu Tampina,” kata Bagas, saat dikonfirmasi pada Jum’at (22/5/2026).

Sementara itu kata Bagas, pihak pemerintah Desa Ampel dan warga juga mengeklaim bahwa tanah tersebut milik pemerintah desa.

“Tanah ini milik pemerintah desa atau yang disebut ini kekayaan desa yang dikelola oleh pemerintah desa,” kata dia.

Bagas mengatakan saat pemasangan patok tanah, ahli waris ibu tampina sempat mengundang Lemnaga Swadaya Masyarakat (LSM), pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca Juga :  Kerangka Manusia Ditemukan di Gunung Tengu Kalisat Jember

“Cuma dari keterangannya BPN, petugas BPN itu informasi keterangannya, dia hanya melihat lahannya saja bukan mematok,” tuturnya.

Menurut Bagas, meskipun pihak BPN hanya melihat lahan, namun yang dilakukan oleh ahli waris tanah justru memasang patok.

“Tapi yang dilakukan oleh ahli waris Ibu Tampina tersebut. Dia mematok batas tanah di tanah kas desa,” kata dia.

Lebih lanjut, Bagas juga menyampaikan bahwa saat diprotes warga Desa Ampel, pihak ahli waris justru tetap mengeklaim tanah tersebut milik nenek moyangnya yaitu Ibu Tampina.

“Padahal Ibu Tampina itu orang Belanda,” kata dia.

Rencana Dilanjut ke Ranah Pengadilan

Bagas menegaskan bahwa warga desa akan berencana menindaklanjuti konflik pemasangan patok tanah tersebut ke ranah pengadilan.

“Dan untuk langkah selanjutnya, (pihak pemerintah dan warga) desa, ingin mengajukan proses di pengadilan untuk kelanjutannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Damkarmat Jember Catat 23 Kejadian Kebakaran saat Musim Kemarau dalam Periode Juni-Juli 2026

Hal itu kata dia, agar warga desa tidak ada lagi yang menjadi korban tipu dari ahli waris Ibu Tampina.

“Jika nanti hal-hal yang seperti ini terulang lagi, agar tidak ada korban-korban warga yang selanjutnya tertipu oleh ahli waris Ibu Tampina,” tuturnya.

Menurut Bagas, modus yang dilakukan oleh ahli waris ibu Tampina untuk menipu warga desa tidak hanya satu kali.

“Banyak warga yang tertipu oleh ahli waris Ibu Tampina. Istilahnya, sudah dari dahulu memakan korban,” kata dia.

Modus tersebut, yaitu Ahli waris dengan cara menjual tanah kas desa untuk dijadikan milik pribadi.

“Maka dari itu warga dan pemerintahan desa, berupaya untuk tidak ada korban-korban selanjutnya, dan akan diproses secara hukum,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Respons Pengelola soal Wisata Alam Kalijompo Sukorambi Jember akan Ditutup
Nestapa Pak Iwan di Jember: Istri Kanker-Mertua Stroke, Kini Nunggak Kontrakan dan Tak Bisa Beli Gas
Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, KASAU Dukung Target Swasembada Gula
Pemulung Lansia di Jember Ditemukan Tewas di Sungai Gladak Reboan
Damkarmat Jember Catat 23 Kejadian Kebakaran saat Musim Kemarau dalam Periode Juni-Juli 2026
Tabung Boiler Mesin Setrika Uap Laundry di Jl Mastrip Jember Meledak
Viral Lansia Jember yang Hilang Misterius di Kebun Ditemukan Selamat
Warga Lapor ke Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Anggaran Desa, Begini Tanggapan Kades Rowo Indah Jember

Baca Lainnya

Sunday, 12 July 2026 - 00:10 WIB

Respons Pengelola soal Wisata Alam Kalijompo Sukorambi Jember akan Ditutup

Saturday, 11 July 2026 - 15:02 WIB

Nestapa Pak Iwan di Jember: Istri Kanker-Mertua Stroke, Kini Nunggak Kontrakan dan Tak Bisa Beli Gas

Thursday, 9 July 2026 - 19:52 WIB

Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, KASAU Dukung Target Swasembada Gula

Thursday, 9 July 2026 - 19:47 WIB

Pemulung Lansia di Jember Ditemukan Tewas di Sungai Gladak Reboan

Wednesday, 8 July 2026 - 17:45 WIB

Damkarmat Jember Catat 23 Kejadian Kebakaran saat Musim Kemarau dalam Periode Juni-Juli 2026

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading