Frensia.id – Susiyatik, Ketua Forum Bank Sampah Jember, menegaskan terkait keberadaan Bank Sampah setelah ada kabar ditutupnya TPA Pakusari per 1 Juni 2026.
Diketahui dengan ditutupnya TPA Pakusari, nantinya masyarakat diminta untuk mengolah sampahnya secara mandiri, salah satunya melalui Bank Sampah.
“Bank sampah itu bukan tempat bukan tempat tumpukan sampah masyarakat, ketika ada keputusan Pemkab untuk menutup TPA. Bukan seperti itu, tetapi tempat edukasi,” kata Susi, pada Rabu (20/5/2026).
Menurut Susi, bank sampah merupakan tempat di mana masyarakat diberi contoh dalam mengelola sampah di lingkungannya.
Susi menjelaskan dengan masyarakat membawa sampahnya di bank sampah, maka akan ada pemahaman terkait pemilahan sampah secara langsung.
“Apa organik dan anorganiknya. Kalau residu sudah pasti kan tetap masyarakat bisa mengirim di tempat sampah masing-masing, kemudian transit di TPS dan berakhir di TPA gitu,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata Susi, banyak efek positif yang akan dirasakan apabila masyarakat menyadari bahwa bank sampah sebagai tempat edukasi.
“Maka efek positifnya adalah dengan penutupan TPA ini, nanti mungkin akan banyak orang yang minta sosialisasi untuk membentuk Bank Sampah itu,” tegasnya.






