Novel ‘Orang-Orang Proyek’, Ungkap Budaya Korupsi dan Relasi Tukang Sunat Anggaran di Indonesia

Senin, 2 Desember 2024 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang-orang Proyek - Ahmad Tohari

Orang-orang Proyek - Ahmad Tohari

Frensia.id – Novel Orang-Orang Proyek adalah salah satu karya terbaik dari Ahmad Tohari, seorang sastrawan Indonesia yang telah lama dikenal karena kemampuannya mengangkat isu-isu sosial melalui narasi yang kuat dan menggugah. 

Buku ini terdiri dari 224 halaman yang bercerita melalui lensa kehidupan masyarakat desa, terutama dalam konteks pembangunan yang seringkali dipenuhi dengan kepentingan politik dan korupsi. Dalam karya ini, Tohari tidak hanya menyajikan drama politik, tetapi juga menyoroti relasi manusia, idealisme, dan keserakahan.

Kisah berfokus pada Kabul, seorang insinyur yang merupakan mantan aktivis mahasiswa. Kabul dihadapkan pada tantangan besar saat dipercaya memimpin proyek pembangunan jembatan di desanya. 

Proyek yang seharusnya menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, justru terjebak dalam kepentingan politik dan penguasaan ekonomi para elit. Idealismenya sering berbenturan dengan realitas yang kotor, di mana mutu bangunan bukanlah prioritas utama. 

Masalah ini semakin diperparah dengan adanya korupsi dan penggelapan dana yang melibatkan hampir semua pihak terkait, baik dari kalangan politik maupun manajemen proyek.

Baca Juga :  “Menulis Kreatif dan Berpikir Filosofis”, Buku Panduan Bagi Penulis Pemula

Tohari dengan cermat menggambarkan konflik batin yang dirasakan Kabul. Ia berjuang untuk mempertahankan idealismenya sementara harus berhadapan dengan kenyataan pahit tentang korupsi dan keserakahan yang merajalela. 

Pertanyaan mendasar yang diangkat novel ini adalah: “Apakah kejujuran selalu sejalan dengan kemiskinan?” Tohari mengajak pembaca untuk merenungkan arti sebenarnya dari kejujuran, dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat bertahan di tengah tekanan dan godaan.

Salah satu tema sentral dalam novel ini adalah konflik antara kejujuran dan keserakahan. Tohari berhasil menggambarkan dilema etis yang dihadapi Kabul. Apakah dia harus mengorbankan prinsip-prinsipnya demi kepentingan pribadi ataukah dia harus tetap teguh pada keyakinannya meski harus merelakan proyek yang ambisius ini? Melalui pertarungan ini, novel ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa kejujuran seringkali disertai dengan risiko tinggi.

Tohari juga menyelipkan elemen romansa dalam cerita, memperkenalkan karakter Wati yang memberikan warna baru dalam dunia Kabul. Hubungan mereka tidak hanya menambah kedalaman karakter, tetapi juga memberikan kita gambaran tentang bagaimana cinta dapat tumbuh di tengah kesulitan dan kegelapan. 

Baca Juga :  Jobin, Novel Terbaru Pidi Baiq di Awal Tahun 2025

Humor pun tidak dilupakan; karakter Tante Ana yang eksentrik mempersembahkan momen yang menghibur dan menunjukkan sisi humanis dalam kondisi yang serba sulit.

Dalam konteks masyarakat Indonesia, novel ini merangkum banyak realitas yang dihadapi oleh desa-desa kecil, terutama terkait dengan pembangunan dan intervensi politik. Khalayak pembaca dihadapkan pada gambaran jelas tentang bagaimana pembangunan sering kali dimanfaatkan sebagai alat untuk mencapai kepentingan politik, di mana masyarakat yang seharusnya diuntungkan justru menjadi korban. 

Melalui narasi yang tinggi empati, Tohari menyerukan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan agar hasilnya benar-benar bisa dirasakan bersama.

Menggunakan bahasa yang puitis namun mudah dipahami, Tohari menciptakan suasana yang kental dan mengundang pembaca untuk menjelajahi pemikiran di balik kata-katanya. Pembaca diajak menyelami psikologi tokoh-tokoh yang beragam, dari yang idealis hingga yang pragmatis, memberikan gambaran komprehensif tentang konflik nilai yang ada. (*)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo
Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila
The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri
Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia
AMRM Tuntut Perbaikan Layanan Mudik di Pelabuhan Jangkar
Jobin, Novel Terbaru Pidi Baiq di Awal Tahun 2025
Ekspedisi Alexander yang Agung, Berjumpa dengan Manusia-Kuda
“Menulis Kreatif dan Berpikir Filosofis”, Buku Panduan Bagi Penulis Pemula

Baca Lainnya

Rabu, 2 April 2025 - 16:15 WIB

Timbreng Ulu, 5 Pesona Daerah Perbatasan Pinggiran Kota Situbondo

Selasa, 1 April 2025 - 23:23 WIB

Petualangan Don Quixote, Novel Besar yang Bercerita tentang Orang Gila

Senin, 31 Maret 2025 - 19:20 WIB

The Architecture of Love, Film Romance yang Menghadirkan Pertarungan Eksistensial Dalam Diri

Senin, 17 Maret 2025 - 22:14 WIB

Dag Solstad, Sastrawan Terbesar Norwegia Tutup Usia

Senin, 17 Maret 2025 - 15:13 WIB

AMRM Tuntut Perbaikan Layanan Mudik di Pelabuhan Jangkar

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB