Jokowi vs. Anies Beradu Merebut Jakarta

Tuesday, 17 December 2024 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id- Bukan pilgub Jakarta namanya jika tak menjadi sorotan politik nasional. Menariknya,  kontestasi pilkada gubernur jakarta kali ini adalah pertaruhan dua tokoh besar, khususnya bagi masyarakat jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Anies Baswedan. Kedua tokoh yang sama-sama pernah menjabat gubernur secara tidak langsung beradu merebut Jakarta.

Jokowi yang sudah sudah purna tugas sebagai presiden dan Anis, mantan Gubernur Jakarta, pasca gagal menuju kursi presiden serta tak maju di pilgub Jakarta, beradu pengaruh untuk mendulang kemenangan bagi jagoannya masing-masing. Jokowi mendukung Ridwan Kamil-Suswono sebagai paslon satu dengan diusung 15 partai, sementara Anis memilih mendukung Pramono-Rano, yang akhirnya keluar sebagai pemenang.

Pertarungan pilgub Jakarta ini, tidak sekedar perebutan politik tingkat provinsi, tetapi merebut ‘masa depan Indonesia’ mengingat posisinya yang masih strategis menuju kursi presiden. Meskipun bukanlah satu-satunya faktor, Pilkada Jakarta tetap dianggap sebagai ajang yang seksi menuju RI satu.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro seperti dilansir dari CNN Indonesia, menilai kerelaan Anies dan Jokowi turut terlibat dalam Pilkada Jakarta tak terlepas dari upaya tarikan paslon yang bersaing. Ia menilai Anies dan Jokowi memiliki kepentingan agar gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2024-2029 mampu menjembatani kepentingan politiknya pasca keduanya tak memiliki jabatan apapun.

Baca Juga :  Gus Fawait Apresiasi Capaian RSD dr Soebandi Jember Jadi Penyelenggara Hospital Base

Itu sebabnya, Jokowi, dengan segudang pengaruhnya meski sudah tidak lagi menjabat presiden RI, tetap ingin mempertahankan pengaruhnya di Jakarta dengan mendukung Ridwan Kamil. Ia berupaya menjaga dominasi di tempat yang pernah mengantarkannya menjadi orang nomor satu di republik ini. Jokowi berulang kali mengungkapkan alasannya memilih Ridwan kamil, karena rekam jejak, mulai dari wali kota bandung hingga gubernur Jawa Barat.

Di sisi lain, Anis Baswedan, yang sejak awal sebagai simbol oposisi dengan Jokowi, menaruh dukungannya pada Pramono-Rano sebagai momentum yang tepat untuk menguatkan basis politiknya. Seperti diungkap oleh pengamat politik, pilkada jakarta menjadi panggung dan kanal bagi Anis menjalankan aspirasi politiknya di masa depan.

Dengan dukungannya, Anis berhasil mengkonsolidasikan dukungan dari kelompok masyarakat yang ingin perubahan. Meskipun dukungan anies bukan satu-satunya penentu kemenangan pramono-rano, tapi basis Anis memiliki sumbangan yang signifikan mengantarkan Pramono-Rano meraih kemenangan.

Selain karena gaya kampanye pramono-rano yang simple dan mudah dijangkau masyarakat. Alih-alih bahasa yang muluk-muluk dan mendaki-daki, justru ia selalu pakai bahasa rakyat dan program-program yang realistis. Lagi-lagi, dukungan Anis tidak bisa dihiraukan, mengantar Pramono Anung-Rano Karno ke pintu kemenangan dengan meraih 50,07% suara, memastikan Pilkada 2024 berlangsung satu putaran.

Baca Juga :  Gus Rivqy: Pancasila Mengajarkan Ekonomi Harus Berpihak pada Rakyat

Kemenangan Pramono-Rano memberikan sinyal meskipun kedua tokoh ini memiliki pengaruh besar, kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor penentu. Buktinya, dukungan Jokowi dan projonya tak mampu memuluskan jagoannya Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jakarta, sebaliknya dukungan Anis bukanlah faktor tunggal menangnya Pramono menuju orang nomor satu di Jakarta.

Kemenangan Pramono-Rano ini menunjukkan kekalahan Jokowi, sesuatu yang tidak diduga-duga dan tentu membuat publik, khususnya basis Anies Baswedan dan pendukung Pramono bergembira atas gagalnya Ridwan kamil. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat resah dengan calon yang didukung oleh Jokowi yang selalu mau cawe-cawe memuluskan jagoannya. Pada level pilkada provinsi, semua jawa mampu ditaklukannya, hanya Jakarta yang tak mampu dikuasai.

Disinilah masyarakat Jakarta perlu mengapresiasi dirinya atas kembalinya demokrasi. Di sisi lain kemenangan Pramono-Rano menunjukkan posisinya Anies sebagai tokoh masih cukup diperhitungkan. Apakah pasca menangnya Pramono-Rano panggung politik Anies Baswedan semakin moncer? Apakah masyarakat Jakarta bisa mengharap perubahan besar dari Pramono-Rano? Kesemuanya, tidak ada jaminan, di balik mereka masih ada juragan-juragan partai? Hanya Pramono-Rano yang akan menjawab itu semuanya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

DPRD Jember Cecar PT KAI Daop 9 soal Pembangunan Jalan Depan Stasiun Tanpa Perizinan
Dosen UIN KHAS Rekomendasikan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi Madrasah
Gus Bupati Jember Cairkan Lagi Beasiswa Cinta Bergema Angkatan Tahun 2025
Gus Bupati Jember Resmikan Klinik CPMI di RSD Balung, Layanan Termurah se-Jawa Timur
Gus Bupati Jember Bebaskan Tanggungan Denda Pajak Daerah
Gus Bupati Jember Luncurkan Mal Pelayanan Publik di 3 Kecamatan
Gus Fawait Apresiasi Capaian RSD dr Soebandi Jember Jadi Penyelenggara Hospital Base
Pemkab Jember Evaluasi Pelibatan 22 Ribu ASN dalam Verval Data Kemiskinan

Baca Lainnya

Tuesday, 28 April 2026 - 18:18 WIB

DPRD Jember Cecar PT KAI Daop 9 soal Pembangunan Jalan Depan Stasiun Tanpa Perizinan

Tuesday, 28 April 2026 - 00:20 WIB

Dosen UIN KHAS Rekomendasikan Pengembangan Manajemen Sistem Informasi Madrasah

Monday, 27 April 2026 - 22:44 WIB

Gus Bupati Jember Resmikan Klinik CPMI di RSD Balung, Layanan Termurah se-Jawa Timur

Friday, 24 April 2026 - 14:44 WIB

Gus Bupati Jember Bebaskan Tanggungan Denda Pajak Daerah

Friday, 24 April 2026 - 13:37 WIB

Gus Bupati Jember Luncurkan Mal Pelayanan Publik di 3 Kecamatan

TERBARU

Kondisi korban yang tertabrak di RSD dr. Soebandi, Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Criminalia

Pria di Jember Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Saat Atur Lalu Lintas

Tuesday, 28 Apr 2026 - 18:37 WIB