Frensia.Id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar evaluasi komprehensif, terkait pelibatan sekitar 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam agenda verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan.
Evaluasi ini, dilakukan menyusul hasil uji coba (trial) lapangan yang mengungkap sejumlah kendala teknis maupun kondisi riil petugas di lapangan.
Penjabat (Pj) Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, menjelaskan bahwa uji coba tersebut merupakan langkah mitigasi untuk menguji kesiapan sistem sekaligus memetakan persoalan sebelum diterjunkan secara masal.
“Verifikasi ini sudah kita lakukan trial. Dalam pelaksanaannya memang ditemukan kendala-kendala di lapangan, dan itu akan segera kita perbaiki melalui evaluasi ini,” katanya, Kamis (23/4/2026).
Salah satu poin krusial dalam evaluasi tersebut adalah reposisi pola penugasan ASN. Selama masa uji coba, diketahui beban kerja di sejumlah wilayah cukup berat, terutama bagi petugas yang harus menjangkau daerah pelosok dengan akses infrastruktur terbatas.
“Kedepan, pembagian wilayah kerja akan diatur secara lebih proporsional dengan mempertimbangkan aspek geografis dan kondisi personal petugas. Misalnya, petugas perempuan diupayakan tidak perlu menjangkau lokasi yang terlalu jauh atau ekstrem,” ujarnya.
Selain faktor medan, Pemkab Jember juga memberikan relaksasi bagi ASN yang memiliki kendala fisik.
Helmi menegaskan bahwa ASN yang sedang sakit, lanjut usia (sepuh), atau memiliki keterbatasan fisik tidak diwajibkan turun langsung ke lapangan.
“Bagi yang sakit atau sudah sepuh tidak perlu memaksakan diri. Tugas bisa didelegasikan kepada rekan kerjanya karena akun sistem bisa digunakan bersama. Yang terpenting, datanya valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya.
Pemerintah daerah sebenarnya berupaya mendistribusikan wilayah kerja berdasarkan domisili terdekat ASN.
Namun, Helmi mengakui adanya tantangan karena sebaran warga miskin mayoritas berada di kawasan pinggiran, sementara domisili ASN cukup terpusat.
“Kami sudah mencoba mendekatkan lokasi tugas dengan tempat tinggal petugas. Namun, karena konsentrasi warga miskin banyak di daerah pinggiran, maka mobilisasi ASN secara luas tetap tidak terelakkan,” tandasnya.
Sebagai informasi, langkah pelibatan 22 ribu ASN ini dipandang sebagai strategi percepatan pemutakhiran data kemiskinan.
Dengan data yang presisi, Pemkab Jember berharap seluruh program bantuan sosial di masa mendatang dapat tersalurkan secara lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.






