Dukung Uji Coba Digitalisasi Bansos, Komisi II DPRD Banyuwangi Raker bersama Dinas Sosial PP dan KB

Wednesday, 10 September 2025 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Dukung Uji Coba Digitalisasi Bansos, Komisi II DPRD Banyuwangi Raker bersama Dinas Sosial PP dan KB (Sumber: Istimewa)

Gambar Dukung Uji Coba Digitalisasi Bansos, Komisi II DPRD Banyuwangi Raker bersama Dinas Sosial PP dan KB (Sumber: Istimewa)

Frensia.id – Komisi II DPRD Banyuwangi menggelar rapat kerja bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB terkait kesiapan pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos (bantuan sosial) Program Keluarga Harapan (PKH). Kabupaten Banyuwangi resmi ditunjuk sebagai daerah percontohan atau pilot project untuk penyempurnaan digitalisasi Bansos tingkat Nasional.

Ketua komisi II, Emy Wahyuni Dwi Lestari menyampaikan, rapat kerja bersama Dinsos ini sebagai bentuk apreasiasi dan dukungan DPRD atas penunjukan Kabupaten Banyuwangi sebagai pilot project digitalisasi Bansos.

Selain itu, sebagai lembaga wakil rakyat, pihaknya juga ingin mengetahui secara pasti kesiapan uji coba digitalisasi Bansos ini baik dari sisi infrastruktur digital, keterbatasan literasi digital masyarakat khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga keakurasian data penerima Bansos.

”Komisi II memberikan apresiasi dan dukungan atas penunjukan Kabupaten Banyuwangi sebagai lokasi uji coba digitalisasi Bansos, harapan kita bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ucap Emy saat dikonfirmasi, Selasa (09/09/25).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, digitalisasi bantuan sosial (bansos) merupakan langkah penting dalam memastikan transparansi sekaligus menjamin bantuan sampai kepada penerima yang berhak sekaligus memangkas prosedur administrasi yang panjang.

Baca Juga :  Terancam Gagal Panen, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember Diserang Tikus

”Aplikasi digitalisasi Bansos dirancang untuk memudahkan pendaftaran penerima manfaat Bansos secara mandiri dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang terintegrasi pada Data terpadu kesejahteraan Sosial, Rekening Listrik, BPJS Ketenagakerjaan, ATR/BPN dan BI Himbara,” jelasnya.

Emy mengatakan melalui sistem digital, verifikasi data lintas lembaga dapat dilakukan secara otomatis dan sederhana, potensi subjektivitas berkurang, dan masyarakat dapat terlibat langsung dalam usulan serta sanggahan data penerima bansos.

”Dalam rapat kita juga menanyakan kesiapan infrastruktur digital maupun literasi digital yang dimiliki warga,” ucapnya.

Apabila warga penerima manfaat tidak memiliki ponsel atau kesulitan akses internet, warga bisa mendaftar melalui tenaga pendamping sosial yang sudah dilatih menggunakan portal atau aplikasi digitalisasi Bansos.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB, Henik Setyorini menyampaikan bahwa terkait kesiapan digitalisasi Bansos, saat ini ada beberapa kementerian antara lain Kementerian Sosial, Kemenpan RB, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Dalam Negeri serta Dewan Ekonomi Nasional tengah memberikan pelatihan kepada pendamping PKH dan TKSK yang nantinya akan menjadi agen digitalisasi Bansos.

Baca Juga :  Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

”Hampir mayoritas masyarakat penerima manfaat tidak punya Handphone yang suport maka nanti teman-teman agen ini yang akan membantu masyarakat yang memang berhak menerima Bansos untuk mendaftarkan,” ucap Henik Setyorini.

Melalui program digitalisasi Bansos, lanjut Henik, masyarakat bisa mendaftar secara mandiri dengan dukungan verifikasi Biometrik yang terkoneksi langsung ke beberapa kementerian seperti Kementerian ATR/BPN, BPJS Naker, rekening listrik, rekening Bank dan Samsat.

”Sistem ini nanti bisa menolak dan bisa mengakomodasi warga yang memang layak mendapatkan Bansos sehingga tidak ada lagi manipulasi data,” ucapnya.

Henik menambahkan sebelum pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos, akan ada penyuluhan atau sosialisasi kepada seluruh kepala desa dan tokoh masyarakat di Banyuwangi.

”Saat ini kita belum bisa melakukan simulasi karena masih on proses,” tambahnya.

Untuk mendukung program tersebut, bahkan Banyuwangi telah menyiapkan Inovasi Banyuwangi One ID. Sistem ini dapat mengakses berbagai layanan yang berbasis pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui aplikasi Smart Kampung. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa
Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes
DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei
Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan
Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir
Merasa Terpanggil, Jajaran Satkoryon Banser Umbulsari Turun ke Lokasi Banjir di Desa Curah Malang
Prabowo Menekankan Semangat Indonesia Incorporated saat Audiensi dengan 5 Pengusaha Nasional
Sedang Pergi ke Toko, Rumah Lansia di Jember Roboh di Terpa Angin Kencang

Baca Lainnya

Thursday, 5 March 2026 - 22:34 WIB

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

Thursday, 5 March 2026 - 18:33 WIB

Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes

Tuesday, 3 March 2026 - 06:44 WIB

DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei

Monday, 16 February 2026 - 21:48 WIB

Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

Sunday, 15 February 2026 - 15:09 WIB

Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir

TERBARU

Tim alap-alap Polres Jember saat mengamankan pelaku pesta gay di Antirogo, Jember (Foto: Tangkapan Layar dari Instagram @Humas Polres Jember).

Criminalia

4 Pria Diamankan Polisi Saat Pesta Gay di Rumah Jember

Sunday, 15 Mar 2026 - 15:30 WIB