Frensia.Id– Puluhan hektare tanaman padi di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, mengalami kerusakan parah akibat serangan hama tikus pada.
Kerusakan ini memicu kekhawatiran petani akan ancaman gagal panen total.
Pantauan di Dusun Darungan, Desa Sruni, tanaman padi yang baru berusia satu bulan tampak rusak dengan batang yang patah. Sebagian besar tanaman juga terlihat mengering dan mati sebelum sempat berkembang.
Muhammad Muklis, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa setidaknya ada sekitar 30 hektare lahan pertanian yang terdampak. Serangan ini tidak hanya menyasar padi, tetapi juga komoditas lainnya.
“Yang diserang itu padi, kacang, dan mentimun. Serangan tikus ini sebenarnya sudah terjadi selama tiga bulan terakhir, sejak masa tanam jagung. Bahkan, tanaman jagung pada musim lalu banyak yang gagal panen,” katanya, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, tikus-tikus tersebut menyerang tanaman padi sejak awal masa tanam. Saat bibit baru berusia tiga hari, hama ini sudah merusak batang tanaman sehingga petani terpaksa melakukan penanaman ulang berkali-kali.
“Kalau mentimun, yang dimakan buahnya jika sudah besar. Tapi kalau masih kecil, batangnya yang diputus,” ujarnya.
Kondisi ini membuat para petani dilema. Mereka tidak berani memberikan pupuk pada tanaman padi karena khawatir modal yang dikeluarkan akan sia-sia jika padi akhirnya habis dikerat tikus.
“Petani baru berani memupuk kalau tanaman sudah dipastikan aman dari serangan tikus,” paparnya.
Sejauh ini, upaya penanganan yang dilakukan petani masih bersifat mandiri dan tradisional.
Mereka menyebar jagung yang telah dicampur racun di lubang-lubang tikus, namun hasilnya dinilai kurang efektif.
“Walaupun ada tikus yang mati, populasi mereka tetap banyak dan terus memakan tanaman kami,” tambahnya.
Senada dengan Muklis, Suhada, petani lainnya, menilai serangan tikus kali ini tergolong ganas. Tikus-tikus tersebut cenderung menyerang pucuk daun padi yang baru tumbuh subur.
“Apalagi kalau baru dipupuk, daun padi yang lebih hijau justru menjadi sasaran utama. Begitu dipotong, tanamannya langsung mati,” ungkapnya.







