Terancam Gagal Panen, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember Diserang Tikus

Monday, 2 February 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa.

Foto: Istimewa.

Frensia.Id– Puluhan hektare tanaman padi di Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, mengalami kerusakan parah akibat serangan hama tikus pada.

Kerusakan ini memicu kekhawatiran petani akan ancaman gagal panen total.

Pantauan di Dusun Darungan, Desa Sruni, tanaman padi yang baru berusia satu bulan tampak rusak dengan batang yang patah. Sebagian besar tanaman juga terlihat mengering dan mati sebelum sempat berkembang.

Muhammad Muklis, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa setidaknya ada sekitar 30 hektare lahan pertanian yang terdampak. Serangan ini tidak hanya menyasar padi, tetapi juga komoditas lainnya.

“Yang diserang itu padi, kacang, dan mentimun. Serangan tikus ini sebenarnya sudah terjadi selama tiga bulan terakhir, sejak masa tanam jagung. Bahkan, tanaman jagung pada musim lalu banyak yang gagal panen,” katanya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026

Menurutnya, tikus-tikus tersebut menyerang tanaman padi sejak awal masa tanam. Saat bibit baru berusia tiga hari, hama ini sudah merusak batang tanaman sehingga petani terpaksa melakukan penanaman ulang berkali-kali.

“Kalau mentimun, yang dimakan buahnya jika sudah besar. Tapi kalau masih kecil, batangnya yang diputus,” ujarnya.

Kondisi ini membuat para petani dilema. Mereka tidak berani memberikan pupuk pada tanaman padi karena khawatir modal yang dikeluarkan akan sia-sia jika padi akhirnya habis dikerat tikus.

“Petani baru berani memupuk kalau tanaman sudah dipastikan aman dari serangan tikus,” paparnya.

Baca Juga :  NU Berduka! Ketua PCNU Jember, Sang Inisiator Ansor Wafat

Sejauh ini, upaya penanganan yang dilakukan petani masih bersifat mandiri dan tradisional.

Mereka menyebar jagung yang telah dicampur racun di lubang-lubang tikus, namun hasilnya dinilai kurang efektif.

“Walaupun ada tikus yang mati, populasi mereka tetap banyak dan terus memakan tanaman kami,” tambahnya.

Senada dengan Muklis, Suhada, petani lainnya, menilai serangan tikus kali ini tergolong ganas. Tikus-tikus tersebut cenderung menyerang pucuk daun padi yang baru tumbuh subur.

“Apalagi kalau baru dipupuk, daun padi yang lebih hijau justru menjadi sasaran utama. Begitu dipotong, tanamannya langsung mati,” ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung
Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026
Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Nyekar dan Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan
Haul Bung Karno! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi Bangkitkan Semangat di Bulan Bung Karno
Pertamina Patra Niaga Bagikan Santunan di Regional Jatimbalinus
Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Banteng Musik Jalanan
BEM Poliwangi dan BRKS Soroti Tambang Ilegal Petak 56, Desak Kajian Dampak Lingkungan dan Sosial
Tag :

Baca Lainnya

Monday, 22 June 2026 - 17:26 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung

Monday, 22 June 2026 - 17:20 WIB

Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026

Sunday, 21 June 2026 - 20:58 WIB

Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Nyekar dan Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan

Saturday, 20 June 2026 - 21:18 WIB

Haul Bung Karno! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama

Saturday, 20 June 2026 - 19:05 WIB

DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi Bangkitkan Semangat di Bulan Bung Karno

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading