Frensia.id– Sebanyak 112 warga sekolah yang terdiri dari siswa dan guru di SMP Negeri 1 Umbulsari, Kabupaten Jember, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal pada Kamis (05/02).
Insiden ini diduga kuat dipicu oleh konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Kepala Puskesmas Umbulsari, dr. Nur Ahmad Santoso, mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah mendapatkan observasi ketat. Serta terapi obat-obatan untuk meredakan gejala.
“Pihak puskesmas memberikan obat mual dan sakit perut hingga kondisi para siswa berangsur membaik,” katanya, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, Kapolsek Umbulsari, AKP Setyono Budhi, menyatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari Bhabinkamtibmas. Saat sampai di sekolah, pihaknya mendapat keterangan dari Kepala Sekolah kalau para muridnya mengantre di kamar mandi karena mual dan sakit perut.
“Kepala sekolah mengakui para siswanya mengantre di kamar mandi karena mual dan sakit perut,” ungkapnya.
Budhi pun kemudian menghubungi kepala puskesmas Umbulsari untuk mendatangi sekolah. Sampai saat ini, lanjut Budhi, ada 4 korban keracunan yang mendapat perawatan intensif di Puskesmas.
“Pihak puskesmas kemudian memberi obat mual dan sakit perut hingga kondisi para siswa berangsur membaik,” terangnya.
“Yang dirawat insentif ada 4 orang,” tambahnya.
Mengenai sampel makanan penyebab keracunan, kata dia, pihaknya tidak bisa mengamankan. Pasalnya, sudah habis di konsumsi dan dibuang.
“Namun, untuk sampel makanan penyebab keracunan (menu hari Rabu), kami tidak bisa mengamankannya karena sudah habis dikonsumsi atau dibuang,” paparnya.
Sebagai langkah antisipasi, jatah menu MBG untuk hari Kamis (05/02) sengaja tidak dibagikan kepada siswa. Khawatir menunya sudah basi.
“Keputusan diambil untuk tidak membagikan jatah hari ini karena khawatir makanan basi, mengingat waktu sudah siang dan kondisi anak-anak yang sedang sakit perut,” tandasnya.
Sebagai informasi, kabar keracunan mulai teridentifikasi pada Kamis pagi sekitar pukul 11.00 WIB ketika puluhan siswa mulai mengantre di kamar mandi sekolah karena mengalami mual, muntah, dan diare.
Berdasarkan data medis, total korban mencapai 112 orang dengan rincian 99 murid dan 13 guru.
Para korban melaporkan gejala mulai terasa secara bertahap sejak Rabu malam (04/02), usai mengonsumsi menu MBG berupa nasi putih, ayam bakar, sambal, serta lalapan kubis dan kacang panjang.
Menu tersebut dikelola oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Umbulsari di bawah naungan Yayasan Baitul Huda Amanah.







